Kemacetan Ketapang Rugikan Sopir hingga Pengusaha Bus, Pendapatan Anjlok

oleh -62 Dilihat
IMG 20260713 WA0052
Kemacatan di Pelabuhan Ketapang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan berulang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, disebut menimbulkan kerugian besar bagi sopir truk, perusahaan angkutan barang, hingga pengusaha bus. Antrean kendaraan yang berlangsung hingga berhari-hari juga menghambat distribusi logistik dan mengganggu operasional angkutan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan mengatakan, antrean kendaraan membuat banyak sopir harus menunggu tiga hingga lima hari untuk bisa menyeberang ke Bali.

“Saat macet itu banyak sopir yang mengantre tiga sampai lima hari untuk bisa menyeberang. Hal ini tentunya mempunyai dampak terhadap para sopir yang harus menunggu lama. Operasional terganggu, logistik juga terhambat,” kata Gemilang usai mengikuti rapat koordinasi penanganan kemacetan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk di Pelabuhan ASDP Ketapang, Sabtu (11/7).

Menurutnya, kerugian ekonomi yang ditanggung pengusaha angkutan sangat besar. Sebab, satu unit truk seharusnya mampu menghasilkan sekitar Rp1 juta per hari. “Kalau dihitung secara ekonomi, pasti kerugiannya banyak. Satu hari truk itu seharusnya bisa menghasilkan Rp1 juta. Tinggal hitung aja berapa truk yang akan terhambat di situ per hari. Jadi sangat merugikan kita lah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Organda Jawa Timur, Firmansyah Mustafa, menyebut kemacetan di Pelabuhan Ketapang juga berdampak terhadap angkutan penumpang. Banyak jadwal keberangkatan bus terganggu akibat terjebak antrean panjang.

Ia mengungkapkan, sejak arus mudik Lebaran, jumlah penumpang bus tujuan Bali turun hingga sekitar 40 persen karena banyak masyarakat beralih menggunakan kereta api untuk menghindari kemacetan.

“Turun hampir 40 persen. Sejak Lebaran banyak penumpang tujuan Bali beralih naik kereta api karena tidak ingin kena macet. Biasanya bus yang jalan ke Bali itu bisa empat sampai lima, tapi sekarang cuma satu,” katanya.

Organda berharap pemerintah segera merealisasikan penambahan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang agar antrean kendaraan berkurang dan layanan angkutan darat kembali normal.

“Mudah-mudahan penambahan dermaga baru dan peningkatan kapasitas dermaga bisa terealisasi. Karena jumlah kapal yang ada ternyata lebih banyak. Banyak yang antre dibanding yang beroperasi, itu penyebabnya,” tandas Firmansyah. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.