KabarBaik.co, Banyuwangi – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih terjadi hingga Selasa (23/6). Penumpukan kendaraan didominasi truk logistik yang akan menyeberang menuju Pulau Bali.
Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah titik jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Sebelumnya, antrean bahkan sempat mencapai kawasan Watudodol atau sekitar 7 kilometer dari pelabuhan akibat meningkatnya volume kendaraan dan gangguan cuaca di Selat Bali.
General Manager ASDP Ketapang Banyuwangi, Arief Eko, mengatakan antrean mulai terjadi sejak Minggu (21/6) siang. Lonjakan kendaraan tidak hanya terjadi pada angkutan logistik, namun juga kendaraan pribadi, bus, dan roda dua.
“Pada Minggu siang sampai malam hari dan berlanjut sampai hari ini terjadi lonjakan kendaraan sehingga berdampak pada antrean,” kata Arief.
Menurutnya, jumlah kendaraan yang menyeberang meningkat sekitar 21 persen dibanding hari normal. Dari sebelumnya sekitar 7.000 kendaraan per hari, meningkat menjadi sekitar 9.600 kendaraan pada Minggu.
Selain peningkatan volume kendaraan, antrean juga dipengaruhi kondisi cuaca buruk di Selat Bali. Arus laut yang cukup deras dan gelombang tinggi membuat sejumlah kapal mengalami kendala saat proses sandar di Pelabuhan Ketapang.
“Kondisi itu mempengaruhi waktu bongkar kendaraan dan berdampak pada antrean,” ujarnya.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP Ketapang mengoperasikan 29 kapal yang terdiri dari 28 kapal reguler dan satu kapal bantuan di Dermaga LCM. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan bersama Polresta Banyuwangi dengan mengarahkan kendaraan keluar pelabuhan ke jalur selatan.
Sementara kendaraan truk dialihkan sementara menuju kantong parkir di wilayah Bulusan sebelum masuk ke area pelabuhan.
Salah seorang sopir truk, Putu, mengaku masih terjebak sejak Senin (22/6) sekitar pukul 15.00 WIB, dan baru bisa masuk kantong parkir Bulusan esok harinya 10.00 WIB.
“Sekarang masih antre masuk kantong parkir. Nunggu masuk Portlink,” kata dia.
Putu membawa muatan Kasur dari Jakarta dengan tujuan ke Bali. Ia mengatakan kondisi macet membuat waktu pengiriman barang terganggu.
Sama dikatakan Lukman, Sopir yang akan menyeberang ke Bali. Ia tertahan selama berjam-jam.
“Biasanya bisa dua rit dari Surabaya ke Bali, tapi sekarang seminggu kadang hanya satu rit,” ungkapnya.
Menurut Lukman, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sudah sering terjadi. Kondisi tersebut membuat para sopir harus mengeluarkan biaya tambahan selama menunggu antrean.
“Kalau sehari bisa tambah sekitar Rp 150 ribu untuk makan dan kebutuhan lain,” katanya.






