Hari Pertama MPLS di Banyuwangi: Siswa Antusias, Orang Tua Haru

oleh -61 Dilihat
IMG 20260713 WA0051
Orang tua di Banyuwangi saat mengantarkan anaknya pertama kali sekolah. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Banyuwangi berlangsung lancar, Senin (13/7). Rasa haru, bahagia, dan bangga terlihat dari para orang tua yang mengantar anak-anak mereka memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kalinya.

Suasana tersebut tampak di SDN 4 Penganjuran Banyuwangi. Sejumlah siswa baru masih terlihat enggan berpisah dengan orang tuanya. Namun, kegiatan pengenalan sekolah yang dikemas menyenangkan membuat mereka perlahan berbaur dan mengikuti aktivitas bersama teman-teman barunya.

Ibu Arsya, salah seorang wali murid, mengaku bahagia karena putranya diterima di sekolah yang diinginkan. “Alhamdulillah, senang sekali. Persiapan masuk sekolah banyak, tapi semuanya sudah selesai dan saya bangga melihat anak saya,” ujarnya.

Guru SDN 4 Penganjuran, Fitria mengatakan, MPLS dilaksanakan selama lima hari dengan materi yang berbeda setiap harinya. Pada hari pertama, siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah serta para guru agar lebih cepat beradaptasi.

“Kami ingin anak-anak merasa bahagia, aman, nyaman, dan berani karena peralihan dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar cukup mengejutkan bagi mereka,” kata Fitria.

Perasaan bahagia juga dirasakan Tias yang mengantar putrinya mengikuti hari pertama sekolah. “Senang sekali bisa masuk sekolah favorit. Kakaknya juga sekolah di sini, jadi kami percaya dengan lingkungan dan pendidikannya,” ujarnya.

Antusiasme juga dirasakan siswa yang memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Aurelia Salsabila mengaku bersemangat mengikuti MPLS di SMAN 1 Glagah. “Hari pertama MPLS ini sangat berkesan dan membuat saya antusias menyambut tahun ajaran baru,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menegaskan MPLS 2026 secara nasional mengusung tema MPLS Ramah, yang menekankan proses pengenalan sekolah secara humanis.

“Harus dipastikan bahwa di semua satuan pendidikan, dalam proses penyembutan anak-anak di hari pertama sampai selesai MPLS ini, semua harus dilakukan dengan cara-cara yang humanis,” pintanya.

Alfian mengatakan, MPLS dilaksanakan maksimal selama lima hari. Setelah itu, sekolah juga diminta menjalin komunikasi dengan keluarga melalui kunjungan ke rumah siswa.

“Pesan Ibu Bupati, sekolah harus memetakan risiko sejak awal. Bisa jadi ada anak yang memiliki persoalan ekonomi, masalah sosial, atau menjadi pelaku maupun korban perundungan. Semua itu harus dipetakan sejak awal tahun ajaran,” kata Alfian. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.