KabarBaik.co, Banyuwangi – Minimnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca buruk dan angin kencang membuat harga ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi, melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut juga menyebabkan aktivitas perdagangan ikan menurun.
Salah seorang pedagang ikan di TPI Muncar, Rohani mengatakan, pasokan ikan terus berkurang karena banyak nelayan memilih tidak melaut akibat cuaca yang tidak bersahabat. “Orang pesisir sehari-hari tergantung ikan. Ikan sepi, lautnya angin, sepi juga penghasilan,” katanya, Minggu (12/7).
Menurut Rohani, harga ikan tongkol kini mencapai sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Padahal saat musim tangkapan melimpah, harganya hanya berkisar Rp 6 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram. Kenaikan harga membuat jumlah pembeli ikut menurun. Sebagian masyarakat memilih beralih ke sumber protein lain yang lebih terjangkau.
Pedagang lainnya, Juhairiah, menyebut hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga. Ikan kerapu kini dijual sekitar Rp 60 ribu per kilogram, kakap Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan kepiting naik dari sekitar Rp 90 ribu menjadi Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram.
Ketua Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklasar) Puteri Jaya, Riana mengatakan, berkurangnya pasokan ikan dipicu cuaca buruk dan gelombang tinggi yang telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. “Kondisi aman, terkendali, tapi agak sepi karena cuaca angin sama ombak. Tangkapan dapat dan tidak, terkendala cuaca. Cukup lama, ada dua bulanan ini,” ujarnya.
Riana menambahkan, selain cuaca, harga ikan juga dipengaruhi musim dan fase bulan. Saat bulan purnama hasil tangkapan biasanya menurun sehingga harga cenderung naik, sedangkan saat petengan hasil tangkapan meningkat dan harga menjadi lebih stabil. (*)






