BMKG Deteksi 15 Titik Panas di NTB, Sebagian Besar Wilayah Berisiko Tinggi Terjadi Karhutla

oleh -51 Dilihat
IMG 20260712 WA0038
Peringatan dari BMKG

KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) mendeteksi 15 titik panas (hotspot) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan pemantauan satelit pada 11 Juli 2026. Selain mendeteksi titik panas, BMKG juga merilis peta tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah yang berlaku pada 12 Juli 2026.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah NTB berada pada kategori merah, yang menandakan kondisi vegetasi sangat kering dan sangat mudah terbakar. Dalam klasifikasi BMKG, warna merah menunjukkan alang-alang dan dedaunan penutup lantai hutan berada dalam kondisi sangat kering sehingga berpotensi tinggi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara warna kuning menunjukkan kondisi kering dan mudah terbakar, hijau menandakan lembap dan cukup sulit terbakar, sedangkan biru menunjukkan kondisi basah dan sulit terbakar. BMKG mencatat kondisi angin di wilayah NTB secara umum bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5–40 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius.

Kondisi cuaca pada musim kemarau tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi meluasnya kebakaran apabila terjadi aktivitas pembakaran terbuka atau sumber api yang tidak terkendali.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat terkait apabila menemukan titik api guna mencegah meluasnya kebakaran. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.