Monsun Australia Mulai Kepung Nganjuk, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi El Nino 2026

oleh -67 Dilihat
BMKG mengimbau masyarakat Nganjuk untuk menghemat air dan menerapkan manajemen irigasi yang presisi guna menjaga kualitas komoditas unggulan seperti bawang merah di tengah ancaman kemarau kering El Nino 2026.
BMKG mengimbau masyarakat Nganjuk untuk menghemat air dan menerapkan manajemen irigasi yang presisi guna menjaga kualitas komoditas unggulan seperti bawang merah di tengah ancaman kemarau kering El Nino 2026.

KabarBaik.co, Nganjuk – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk menggelar evaluasi cuaca dan analisis dinamika atmosfer guna memetakan kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino 2026.

Agenda ini bertujuan untuk memetakan kondisi cuaca terkini sekaligus memberikan edukasi dini mengenai dampak nyata fenomena tersebut di berbagai sektor.

“Selama Juni 2026, curah hujan di Kabupaten Nganjuk tercatat nihil. Angin dari Australia yang bersifat kering mendominasi wilayah kita sehingga hujan sangat sulit terbentuk,” jelas Setiyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya BMKG Nganjuk saat memaparkan data evaluasi cuaca bulanan, Kamis (9/7).

Memasuki bulan Juli, suhu udara rata-rata di Nganjuk berada di kisaran 24 derajat Celsius dengan suhu maksimum menyentuh 30,4 derajat Celsius.

Masyarakat diminta waspada terhadap peningkatan kecepatan angin yang dipengaruhi sistem siklon tropis di Pasifik Barat, terutama menjelang puncak kemarau pada Agustus hingga September mendatang.

“Musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih kering. Curah hujan berada di bawah normal sehingga masyarakat perlu mulai melakukan langkah antisipasi sejak sekarang,” ujar Setiyaris mengingatkan.

Sektor pertanian diprediksi menjadi bidang yang paling terdampak akibat menyusutnya ketersediaan air yang mengancam produktivitas pangan.

Selain itu, El Nino juga berpotensi mengganggu sektor energi akibat penurunan debit air bendungan untuk PLTA, memicu masalah kesehatan seperti ISPA, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, dan permukiman.

“Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memahami informasi resmi dari BMKG dan melakukan langkah mitigasi sesuai kondisi yang ada,” tegas Setiyaris menyikapi munculnya istilah bombastis seperti “El Nino Godzilla” di media sosial.

Menariknya, cuaca kering ini tidak selalu membawa kerugian. Jika dikombinasikan dengan manajemen irigasi yang presisi, fenomena ini justru dapat mengoptimalkan kualitas panen komoditas unggulan lokal seperti bawang merah.

Sebagai langkah penutup, BMKG mengimbau warga Nganjuk untuk bijak menggunakan air bersih dan tidak membakar sampah sembarangan di tengah angin kencang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.