KabarBaik.co, Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar menegaskan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2026 bukan dipicu adanya peningkatan kasus penyakit tertentu. Program tersebut merupakan agenda nasional rutin yang digelar setiap tahun untuk mempertahankan cakupan imunisasi dan melindungi anak usia sekolah dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan, pelaksanaan BIAS akan dimulai pada pertengahan Juli 2026 seiring dimulainya tahun ajaran baru. Sebanyak lebih dari 6 ribu siswa SD dan sederajat menjadi sasaran program tersebut.
“Program ini merupakan agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak usia sekolah, bukan karena adanya peningkatan kasus penyakit tertentu di Kota Blitar,” ujarnya.
Pelaksanaan BIAS akan diintegrasikan dengan kegiatan penjaringan kesehatan peserta didik dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tenaga kesehatan akan mendatangi sekolah-sekolah sesuai jadwal yang telah disusun bersama pihak sekolah sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal.
Dalam program tahun ini, siswa kelas 1 akan menerima imunisasi campak-rubella (MR) dan difteri tetanus (DT). Sementara siswa kelas 2 memperoleh imunisasi tetanus difteri (Td), sedangkan siswa kelas 5 mendapatkan imunisasi Td dan Human Papillomavirus (HPV).
Dissie berharap seluruh siswa yang menjadi sasaran dapat mengikuti imunisasi sesuai jadwal. Menurutnya, cakupan imunisasi yang tinggi menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga kekebalan kelompok dan mencegah munculnya kembali penyakit menular di lingkungan sekolah.
“Harapan kami seluruh siswa yang menjadi sasaran dapat memperoleh imunisasi sesuai jadwal sehingga perlindungan terhadap berbagai penyakit menular tetap terjaga,” pungkasnya. (*)






