KabarBaik.co, Nganjuk – Kasus dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sempat menghebohkan media sosial setelah tepergok berduaan di dalam toilet belakang Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian memastikan bahwa persoalan ini diselesaikan secara damai dan kekeluargaan.
Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, membenarkan adanya pemanggilan terhadap orangtua dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik.
“Benar, dua pelajar SMP. Laki-laki dan perempuan. Penanganan awal pada kami. Orangtua kedua pelajar itu sudah kami panggil,” jelas Jumari saat dikonfirmasi, Senin (13/7).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelajar tersebut memang berada di dalam satu bilik toilet yang sama. Meski sempat memicu kecurigaan warga dan para pemuda di sekitar lokasi, keduanya mengaku belum sempat melakukan tindakan melanggar asusila sebelum akhirnya pintu toilet diketuk.
Mengingat status keduanya yang masih di bawah umur dan adanya pengakuan tersebut, para orangtua sepakat untuk menyelesaikan urusan ini tanpa menempuh jalur hukum.
“Hasilnya, persoalan ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Sesuai kesepakatan orangtua dari kedua pelajar itu,” tegas Jumari.
Kendati diselesaikan secara kekeluargaan, pihak kepolisian tidak lepas tangan begitu saja. Polsek Nganjuk Kota akan tetap melakukan pemantauan berkala guna memastikan kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua pihak keluarga berjalan dengan baik, sekaligus memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Terpenting lagi agar mereka tidak mengulangi lagi. Juga sebagai pengingat kepada para pelajar lainnya, agar tidak mencontoh,” tandas Jumari.
Sebelumnya, jagat maya sempat dihebohkan dengan rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi penggerebekan oleh sejumlah pemuda setempat.
Dalam video tersebut, tampak sekelompok pemuda mendatangi salah satu toilet umum di area stadion dan memaksa agar pintunya dibuka.
Saat pintu terbuka, ditemukan seorang anak laki-laki berkaus oranye dan seorang anak perempuan berhijab hitam di dalamnya.
Saat diinterogasi di lokasi oleh para pemuda, anak laki-laki tersebut sempat berdalih bahwa dirinya terpaksa masuk ke toilet karena merasa mulas dan ingin buang air besar (ngising).
Namun, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga tetap mengamankan keduanya dan membawa mereka ke Mapolsek Nganjuk Kota sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada orangtua masing-masing untuk dibina.






