KabarBaik.co, Nganjuk — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video penggerebekan sepasang pelajar yang kedapatan berduaan di dalam toilet umum. Peristiwa tersebut terjadi di fasilitas toilet yang berada di belakang Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk.
Dalam video yang viral, sejumlah pemuda setempat tampak mendatangi toilet berpintu krem tersebut dan memaksa agar pintunya segera dibuka. Setelah didesak beberapa saat, pintu akhirnya terbuka dan memperlihatkan seorang anak laki-laki serta seorang anak perempuan di dalamnya.
“Buka. Bukaen. Lah. Kowe nyapo (kamu ngapain),” tanya para pemuda yang melakukan penggerebekan dengan nada penuh selidik.
Mendapat interogasi mendadak, anak laki-laki yang mengenakan kaus berwarna oranye tersebut langsung digiring keluar bersama teman perempuannya yang berhijab hitam.
Saat dicecar pertanyaan oleh warga mengenai alasan mereka berduaan di ruang sempit tersebut, si anak laki-laki memberikan alasan yang cukup menggelitik.
“Lha aku pengen ngising eh mas (saya kebelet buang air besar),” jawab anak laki-laki tersebut membela diri.
Sementara itu, sang anak perempuan yang mengenakan celana panjang hanya bisa terduduk lemas dengan wajah pucat pasi.
Ia memilih bungkam dan tampak syok melihat teman laki-lakinya terus diinterogasi oleh kerumunan pemuda yang semakin geram.
“Ayo digowo nang kantor polisi ae. Ayo melu aku. (Ayo dibawa ke kantor polisi saja. Ayo ikut kita),” timpal para pemuda di lokasi yang kesal dengan alasan tersebut.
Tak butuh waktu lama, kedua pelajar tersebut akhirnya benar-benar digelandang ke Mapolsek Nganjuk Kota untuk diamankan dari amukan warga sekaligus dimintai keterangan lebih lanjut.
Pihak kepolisian pun membenarkan adanya insiden yang melibatkan anak di bawah umur ini.
“Benar, dua pelajar SMP. Laki-laki dan perempuan. Penanganan awal pada kami. Orangtua kedua pelajar itu sudah kami panggil,” jelas Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, saat dikonfirmasi, Senin (13/7)
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Kompol Jumari menambahkan bahwa kedua pelajar tersebut memang terbukti berada di dalam satu bilik toilet yang sama.
Kendati demikian, kepada petugas mereka mengaku belum sempat melakukan tindakan asusila apa pun sebelum akhirnya digerebek oleh warga sekitar.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani dengan melibatkan pihak orang tua masing-masing agar dilakukan pembinaan.






