KabarBaik.co, Surabaya – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang diduga merekam aksi tidak pantas sejoli mahasiswa di salah satu ruang perkuliahan Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Video tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet. Dalam video berdurasi 2 menit 15 detik itu terlihat sejoli sedang berbuat tidak pantas di ruang kuliah.
Perbuatan mereka tersorot kamera seseorang yang ada di kursi kuliah bagian belakang. Sejoli tersebut kaget saat pengambil gambar muncul dan memergoki mereka.
Pihak Unair membenarkan adanya informasi yang beredar dan memastikan kasus tersebut saat ini tengah ditangani secara internal.
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair Pulung Siswantara mengatakan pihak kampus telah menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Komisi Etik untuk dilakukan pendalaman.
“Kami membenarkan adanya informasi yang beredar. Saat ini kasus tersebut masih kami proses melalui Komisi Etik untuk mendalami apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kronologinya,” kata Pulung saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Kamis (18/6).
Berdasarkan video yang beredar, lokasi kejadian diduga berada di lingkungan kampus. Namun demikian, pihak Unair masih melakukan pemeriksaan guna memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Kalau dari gambar yang terlihat dalam video, memang mengarah bahwa kejadian itu berada di lingkungan Kampus Unair. Namun bagaimana video itu muncul dan bagaimana proses perekamannya, itu masih menjadi bagian dari pendalaman yang sedang kami lakukan,” ujarnya.
Menurut Pulung, hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi kampus untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut.
Karena itu, Unair meminta masyarakat untuk menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
“Kami berharap semua pihak dapat menghormati proses yang sedang berjalan. Kami ingin mengambil keputusan berdasarkan fakta yang diperoleh dari hasil pemeriksaan sehingga dapat memberikan keadilan bagi semua pihak,” tuturnya.
Pulung menambahkan kampus selama ini telah memiliki berbagai upaya pencegahan dan mekanisme pelaporan apabila terjadi pelanggaran etika maupun tindakan yang tidak sesuai dengan norma di lingkungan akademik.
Selain itu, Unair juga terus mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk menjunjung tinggi etika dan moralitas selama berada di lingkungan kampus.
“Tidak hanya pendidikan akademik, kami juga selalu menekankan pentingnya etika dan moralitas. Universitas memiliki aturan yang mengatur perilaku sivitas akademika yang harus dipatuhi bersama,” pungkasnya.
Hingga kini, proses pendalaman oleh Komisi Etik masih berlangsung. Pihak kampus belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas maupun status pihak yang diduga terlibat dalam video tersebut. (*)






