Inflasi Tahunan Juli 2026 Capai 2,87 Persen, Surabaya Tertinggi

oleh -109 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 03 at 3.06.02 PM
Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 2,87 persen. Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m) Jawa Timur mengalami deflasi 0,26 persen, sedangkan inflasi sejak awal tahun (year to date/y-to-d) tercatat 1,48 persen.

Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati mengatakan inflasi tahunan tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 111,88, naik dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 108,76.

“Dari 11 kabupaten/kota yang menjadi lokasi penghitungan IHK di Jawa Timur, seluruhnya mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya sebesar 3,45 persen dengan IHK 112,43, sedangkan inflasi terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 1,73 persen dengan IHK 111,64,” ujar Herum dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Jatim, Senin (3/8).

Menurut BPS, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 8,98 persen, disusul transportasi sebesar 6,09 persen, kesehatan sebesar 2,42 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,35 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,32 persen.

Kelompok lainnya juga mengalami kenaikan harga, yakni informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,15 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,51 persen, pendidikan 1,31 persen, perlengkapan rumah tangga 1,28 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,15 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,39 persen.

BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, antara lain emas perhiasan, angkutan udara, bensin, beras, minyak goreng, daging sapi, laptop/notebook, rokok kretek mesin (SKM), nasi dengan lauk, telepon seluler, daging ayam ras, sepeda motor, air kemasan, tahu mentah, hingga kontrak rumah.

Di sisi lain, beberapa komoditas masih menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga dibandingkan tahun lalu, seperti telur ayam ras, tomat, bawang merah, kelapa, dan cabai rawit.

Sementara itu, secara bulanan Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,26 persen. Penurunan harga terutama dipengaruhi turunnya harga bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah, tomat, daging ayam ras, jagung manis, serta tarif angkutan udara.

Meski demikian, sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan harga selama Juli 2026, di antaranya bensin, beras, bawang putih, daging sapi, laptop/notebook, biaya bimbingan belajar, dan biaya sekolah dasar.

Berdasarkan andil terhadap inflasi tahunan, kelompok transportasi memberikan kontribusi terbesar sebesar 0,76 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,66 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, inflasi tahunan Jawa Timur menunjukkan tren meningkat. Pada Juli 2025 inflasi tercatat sebesar 2,21 persen, sedangkan pada Juli 2024 sebesar 2,13 persen. Adapun inflasi Juli 2026 menjadi 2,87 persen, sementara inflasi sejak awal tahun mencapai 1,48 persen.

Secara spasial, setelah Kota Surabaya yang mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,45 persen, disusul Sumenep sebesar 3,42 persen, Kota Madiun sebesar 2,86 persen, Kota Malang sebesar 2,83 persen, dan Kota Kediri sebesar 2,64 persen. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Banyuwangi sebesar 1,73 persen, diikuti Kabupaten Gresik sebesar 2,21 persen, dan Kabupaten Tulungagung sebesar 2,23 persen.

BPS menyebut perkembangan inflasi pada Juli 2026 masih mencerminkan adanya tekanan harga pada sejumlah komoditas strategis, terutama dari sektor transportasi, pangan, dan perawatan pribadi. Namun, penurunan harga beberapa komoditas hortikultura selama Juli mampu menahan laju inflasi sehingga secara bulanan Jawa Timur justru mengalami deflasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.