Hasil Semifinal Piala Presiden 2026: Arema FC Takluk, Persebaya Tantang Persib di Final

oleh -620 Dilihat
PERSEBAYA FINAL
Fransisco Rivera (Foto Dok. Persebaya)

KabarBaik.co, Bali – Gol semata wayang Yuran Fernandes di penghujung babak pertama terbukti menjadi penentu nasib dalam Derbi Jawa Timur yang penuh tensi. Persebaya Surabaya sukses mempertahankan keunggulan 1-0 atas rival abadinya, Arema FC, dalam laga semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8) malam.

Kemenangan dramatis tersebut tidak hanya memulangkan Singo Edan, tetapi juga mengantarkan Green Force kembali menapakkan kaki di partai final turnamen bergengsi tersebut untuk pertama kalinya sejak edisi 2019 silam.

Memasuki babak kedua dengan posisi tertinggal, Arema FC langsung mencoba mengambil alih kendali permainan. Sadar akan ancaman tersebut, pelatih Persebaya Bernardo Tavares melakukan penyegaran taktik dengan menarik keluar Rachmat Irianto dan menggantikannya dengan Ricky Pratama, serta menukar penjaga gawang Ernando Ari dengan Reza Arya.

Alih-alih menyamakan kedudukan, petaka justru menghampiri kubu Arema pada menit ke-65. Diego Landis harus mandi lebih cepat setelah wasit mengganjarnya dengan kartu merah langsung. Hukuman fatal ini diberikan lantaran Landis dinilai melakukan dorongan keras terhadap Miguel Periera yang nyaris lolos dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang di batas kotak penalti.

Situasi tendangan bebas yang dieksekusi oleh Risto Mitrevski hampir saja menggandakan keunggulan Persebaya, namun bola tembakannya masih melintas tipis di atas mistar gawang Arema yang dikawal Adhi Satriyo.

Kehilangan satu pemain memaksa pelatih Arema, Marcos Santos, memutar otak. Ia merespons dengan menarik keluar Joel Vinicius dan Dewangga untuk menyeimbangkan formasi.

Di kubu seberang, Tavares memanfaatkan momentum keunggulan jumlah pemain dengan memasukkan tenaga segar; Yan Marbella digantikan oleh striker haus gol Ramadhan Sananta, dan Malik Risaldi ditarik keluar untuk memberi ruang bagi Gledson demi memperlebar keunggulan.

Meski jalannya pertandingan terasa didominasi oleh Persebaya pasca-kartu merah, catatan statistik, laga justru memperlihatkan anomali yang menarik. Bermain dengan 10 orang nyatanya tidak membuat Arema kehilangan karakternya. Singo Edan justru berbalik mendominasi penguasaan bola hingga 53 persen, memaksa Persebaya lebih banyak bersabar dengan 47 persen penguasaan.

Aliran bola kedua tim juga berjalan sangat rapi dengan tingkat akurasi umpan yang identik di angka 87 persen. Namun, Arema tampil lebih masif dalam mendistribusikan bola melalui 359 umpan sukses dari 414 percobaan, unggul atas Persebaya yang mencatatkan 316 umpan dari 362 percobaan.

Determinasi Arema untuk menyamakan kedudukan juga tercermin dari raihan lima kali tendangan sudut, berbanding empat milik skuad asuhan Tavares.

Kendati mendominasi secara ball possession, Arema FC menemui jalan buntu dalam urusan efektivitas serangan. Lini pertahanan Bajul Ijo yang solid membuat tim asal Malang itu hanya mampu melepaskan satu tembakan sepanjang laga, yang sekaligus menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran (shot on target).

Sebaliknya, kendati lebih banyak mengandalkan serangan balik di paruh kedua, Persebaya tampil sangat klinis. Total empat tembakan yang dilepaskan oleh barisan penyerang Persebaya seluruhnya mengarah tepat ke gawang lawan. Sengit dan kerasnya pertarungan perebutan tiket final ini juga terbukti dari hujan kartu. Persebaya mengoleksi empat kartu kuning, sementara Arema harus puas dengan tiga kartu kuning dan satu kartu merah.

Nahas, di masa injury time, Rivera sempat harus ditandu keluar karena cedera. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Persebaya Surabaya. Hasil ini memastikan terwujudnya partai final impian yang mempertemukan dua klub legendaris Indonesia. Persebaya akan menantang kampiun Super League musim ini, Persib Bandung.

Partai puncak ini dipastikan akan menyedot perhatian jutaan pasang mata. Pertanyaannya kini, mampukah Persebaya mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar juara perdananya dan membawa pulang hadiah Rp 8 miliar, atau justru Maung Bandung yang akan mengawinkan trofi Piala Presiden dengan gelar liga mereka tahun ini? Patut dinantikan, Kamis, 6 Agustus, tetap di Stadion I Wayan Dipta, Gianya, Bali, dengan tanpa penonton.  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.