Mahasiswa Unair Suarakan Darurat Ekonomi, Soroti Rupiah Melemah hingga BBM Naik

oleh -150 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 12 at 10.53.17 AM 1
Massa menyinggung adanya tujuh rekomendasi atau desakan darurat ekonomi (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi penyampaian pernyataan sikap di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Kamis (11/6) sore. Mereka menyuarakan keresahan terhadap kondisi perekonomian nasional sekaligus mendesak pemerintah menindaklanjuti tujuh rekomendasi yang sebelumnya disampaikan kalangan ahli ekonomi Indonesia.

Massa yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa dan warga sipil tampak memadati area depan gedung FEB Unair. Mereka membentangkan poster, menyampaikan orasi secara bergantian, serta membacakan pernyataan sikap yang berisi kritik dan masukan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Dalam aksi tersebut, peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai tengah dihadapi masyarakat. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya biaya hidup, menyempitnya lapangan pekerjaan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menurunnya daya beli masyarakat, hingga semakin lebarnya ketimpangan sosial dan ekonomi.

Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB Unair, Yeni Mafrukah, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk menyuarakan kondisi yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan ekonomi yang saat ini dihadapi rakyat. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat yang masih memiliki kepedulian terhadap masa depan ekonomi Indonesia untuk bersama-sama menyuarakan aspirasi.

“Kami ingin mengajak seluruh nafas-nafas ekonomi yang masih berpihak kepada cita-cita bangsa untuk mendesak pemerintah menindaklanjuti tujuh desakan ahli ekonomi yang sudah disampaikan pada September 2025 lalu,” ujar Yeni saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Jumat (12/6).

Yeni menjelaskan aksi tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa Unair. Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi lain serta kelompok masyarakat sipil juga turut hadir dan menyampaikan dukungannya terhadap gerakan tersebut.

“Yang hadir kami mengundang seluruh masyarakat dan mahasiswa Unair. Ada teman-teman dari Unair, BEM FEB Unesa, dan juga beberapa masyarakat sipil yang ikut bergabung menyuarakan pernyataan sikap pada hari ini,” katanya.

WhatsApp Image 2026 06 12 at 10.53.17 AM
Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi penyampaian pernyataan sikap di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair (Ist)

Dalam pernyataan yang dibacakan, massa menyebut kondisi ekonomi nasional saat ini membutuhkan perhatian serius. Mereka menilai berbagai kebijakan pemerintah perlu diarahkan kembali pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat keadilan sosial.

Massa juga menyinggung adanya tujuh rekomendasi atau desakan darurat ekonomi yang sebelumnya disampaikan ratusan ekonom Indonesia. Rekomendasi tersebut dinilai penting untuk menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional.

Tujuh poin yang disuarakan antara lain evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan APBN agar lebih berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, menjaga independensi dan integritas lembaga negara, hingga menciptakan ruang tumbuh yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM.

Selain itu, peserta aksi juga mendorong reformasi birokrasi dan regulasi untuk memperbaiki iklim investasi, memperluas lapangan kerja berkualitas, mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi, serta memastikan setiap kebijakan publik disusun berdasarkan data, riset, dan kajian akademik yang kuat.

Mereka juga meminta pemerintah memperkuat kualitas demokrasi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, memberantas konflik kepentingan, serta menjamin partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan negara.

Bagi para peserta aksi, suara yang mereka sampaikan bukanlah bentuk penolakan semata, melainkan bagian dari upaya mengingatkan pemerintah agar kebijakan ekonomi lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Yeni menegaskan, sikap diam bukanlah pilihan bagi mahasiswa ketika melihat berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin ketika kami diam itu digunakan sebagai hal-hal yang diarahkan. Kenapa sebagai mahasiswa kalian diam? Karena diam itu bukan sebuah keberpihakan. Dengan kita diam bukan berarti kita setuju dengan segala kondisi carut-marut perekonomian negara Indonesia saat ini,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, para mahasiswa dan masyarakat sipil berharap kesadaran kolektif publik terus tumbuh untuk mengawal arah pembangunan ekonomi nasional. Mereka juga menginginkan terbangunnya gerakan yang melampaui kepentingan kelompok tertentu dan lebih berfokus pada upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat serta keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.