KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemerintah akan meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, secara bertahap hingga 2028. Sebanyak tiga pasang dermaga di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan ditingkatkan kapasitasnya dari 35 ton menjadi 50 ton untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan di Pelabuhan ASDP Ketapang belum lama ini. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono mengatakan, peningkatan tahap pertama akan dilaksanakan pada tahun ini dengan meng-upgrade satu dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang dan satu dermaga pasangannya di Pelabuhan Gilimanuk.
“Jadi ada sepasang, satu dermaga di Ketapang dan pasangannya di Gilimanuk,” kata Nyono. Selanjutnya, sesuai masterplan, pemerintah akan meningkatkan dua pasang dermaga lainnya secara bertahap hingga 2028. Setiap tahun akan ditambah satu pasang dermaga, sehingga pada 2028 seluruh target tiga pasang dermaga berkapasitas 50 ton telah rampung.
Selain peningkatan dermaga, pemerintah juga merencanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan LCM menuju Bulusan. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai jalur khusus kendaraan besar agar kepadatan lalu lintas di depan Pelabuhan Ketapang dapat berkurang.
Namun, rencana pembangunan jembatan masih terkendala pembebasan lahan. Sekitar 30 rumah terdampak proyek tersebut sehingga membutuhkan proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
“Pembebasan lahan menjadi domain Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dalam rapat tadi disampaikan belum sanggup, sehingga perlu dibicarakan kembali. Kalau pembebasan lahannya selesai, Pemprov siap berbagi pembiayaan dengan ASDP untuk pembangunan fisiknya,” kata Nyono. (*)






