Menteri Abdul Mu’ti Buka MPLS Nasional di Malang, Sanusi Tegaskan Sekolah Harus Ramah dan Bebas Perundungan

oleh -62 Dilihat
IMG 20260713 WA0037
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti saat memberikan tanda MPLS kepada siswa di Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 tingkat nasional di SMK Negeri 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7). Pembukaan tersebut turut dihadiri Bupati Malang, H.M. Sanusi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan karakter.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung konsep MPLS Ramah yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 13-17 Juli 2026. Program tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun perundungan.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan, MPLS bukan sekadar agenda penyambutan peserta didik baru, melainkan menjadi langkah awal membangun karakter serta budaya sekolah yang positif.

“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid. Tidak boleh ada lagi praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan dalam proses pengenalan lingkungan sekolah. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, ramah, inklusif, dan mampu menumbuhkan semangat belajar serta karakter peserta didik sejak hari pertama,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, melalui MPLS Ramah pemerintah ingin memastikan seluruh satuan pendidikan mampu membangun ekosistem belajar yang menghargai keberagaman, memperkuat integritas, serta mendorong lahirnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan peduli terhadap lingkungan.

Pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Aturan tersebut memperpanjang masa pelaksanaan dari tiga hari menjadi lima hari agar sekolah memiliki waktu lebih luas membantu peserta didik beradaptasi, mengenal budaya belajar, sekaligus memetakan potensi, bakat, minat, karakter, hingga kondisi sosial emosional siswa sejak awal.

Bupati Malang, H.M. Sanusi menyampaikan bahwa MPLS Ramah merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai kedisiplinan, integritas, kepedulian, serta semangat gotong royong.

“MPLS menjadi pintu awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, maupun teman-temannya. Karena itu, proses ini harus dilaksanakan secara edukatif, humanis, dan menyenangkan agar anak-anak merasa aman, nyaman, dan termotivasi untuk belajar serta mengembangkan potensi yang dimilikinya,” terang Sanusi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang mendukung penuh program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mewujudkan sekolah ramah anak yang bebas dari kekerasan, perundungan, maupun penyalahgunaan rokok konvensional dan rokok elektrik.

“Kami berharap semangat MPLS Ramah tidak berhenti pada kegiatan pengenalan sekolah saja, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh di setiap satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah akan menjadi tempat yang mampu melahirkan generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan memiliki integritas untuk membangun Kabupaten Malang, Jawa Timur, maupun Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Selain pembukaan MPLS Nasional, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Deklarasi Sekolah Bebas Rokok Konvensional dan Rokok Elektrik (Vape), Deklarasi Gerakan Bersama (Gema) Integritas Sekolah Jawa Timur, serta penganugerahan SIKAP Awards 2026 kepada sekolah, pendidik, dan berbagai pihak yang dinilai berhasil membangun budaya integritas serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi peserta didik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.