Nganjuk Hapus Tren Perpeloncoan, MPLS 2026 Fokus Bikin Siswa Baru Happy dan Nyaman

oleh -63 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menyampaikan pelaksanaan MPLS Ramah Anak Tahun Ajaran 2026/2027 (Agus Karyono)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menyampaikan pelaksanaan MPLS Ramah Anak Tahun Ajaran 2026/2027 (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah tegas untuk merevolusi Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).

Pemerintah daerah berkomitmen penuh menghadirkan masa orientasi yang ramah anak, edukatif, aman, dan bersih dari segala bentuk perundungan (bullying) maupun kekerasan.

“MPLS Ramah Anak merupakan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dengan suasana belajar yang kondusif, peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, Senin (13/7).

Ia menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar formalitas pengenalan fisik sekolah, melainkan batu pijakan penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan integritas sejak hari pertama siswa melangkah di sekolah baru.

“Kami instruksikan seluruh jajaran satuan pendidikan di Kabupaten Nganjuk agar menanggalkan metode-metode lama yang intimidatif.” Jelasnya

Sebaliknya, sekolah wajib menerapkan pendekatan yang humanis agar siswa baru merasa diterima dan dihargai. Fokus utama kegiatan kini digeser pada pengenalan budaya sekolah yang positif, penguatan karakter dasar, serta penggalian potensi unik yang dimiliki oleh setiap siswa.

“Mari kita wujudkan masa depan pendidikan yang ramah dan berkarakter. Bersama-sama kita ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, serta meraih cita-cita,” tandas Puguh Harnoto.

Selain fokus pada aspek psikologis, sekolah-sekolah di Nganjuk juga didorong untuk meningkatkan standar keamanan lingkungan.

“Metode pembelajaran selama MPLS wajib dikemas secara inovatif dan inklusif, termasuk menyediakan fasilitas yang ramah bagi siswa penyandang disabilitas.” urainya.

Untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana dan tidak kecolongan oleh praktik perpeloncoan terselubung, Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi berkala dan membuka mekanisme umpan balik langsung dari para siswa dan orang tua.

“Dengan semangat Tahun Ajaran Baru, Semangat Baru, kami optimistis bahwa MPLS 2026/2027 ini akan menjadi cetak biru ekosistem pendidikan yang ideal.” pungkasnya.

Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di atas kertas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang kuat untuk masa depan bangsa.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.