Pemkot Surabaya Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah saat MPLS

oleh -73 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 12 at 9.02.36 PM
Ayah diminta mengantar anak ke sekolah saat MPLS (AI)

KabarBaik.co, Surabaya – Dinas Pendidikan (Dispendik) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya mengajak seluruh ayah untuk mengantar anaknya pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung Senin (13/7) besok. Gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) serta surat edaran Wali Kota Surabaya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan gerakan ini bertujuan mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak.

“Besok hari Senin kembali dilaksanakan. Ayah diminta mengantar anak ke sekolah di hari pertama agar anak merasa bangga karena didampingi ayahnya sampai ke sekolah,” ujar Febrina, Minggu (12/7).

Ia menambahkan pihaknya mendukung penuh upaya ini sebagai kelanjutan program sebelumnya yang mengajak ayah mengambil langsung rapor anak di akhir semester. Selama ini peran pengasuhan seringkali didominasi ibu, sehingga kehadiran ayah menjadi penyeimbang yang sangat penting.

“Harapannya, sebelum berangkat kerja ayah masih bisa mengantar anak sampai gerbang sekolah, ada salam, ada pelukan, sehingga terjalin kedekatan secara hati,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan gerakan ini juga menjadi strategi Pemkot Surabaya untuk meminimalisir fenomena fatherless atau kurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang dikhawatirkan dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

“Dari sejumlah kasus yang kami tangani, kurangnya keterlibatan ayah bisa berdampak pada kondisi psikologis anak hingga memicu perilaku menyimpang. Maka peran ayah harus ditingkatkan dan kedekatan dengan anak harus dibangun kembali,” tegas Ida.

Pihaknya mencatat antusiasme masyarakat pada program sebelumnya sangat positif, terlihat dari banyaknya ayah yang hadir saat pengambilan rapor. Ke depannya, sosialisasi pola asuh orang tua akan terus diperkuat, khususnya bagi orang tua siswa baru.

Bagi anak yang tidak memiliki ayah atau ayahnya berhalangan hadir, Pemkot memberi ruang bagi sosok laki-laki terdekat di keluarga seperti kakek atau paman untuk mendampingi ke sekolah. Ida menegaskan kehadiran ayah dan ibu secara bersama-sama menjadi fondasi agar anak merasa aman, dicintai, dan tumbuh dengan psikologis yang sehat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.