KabarBaik.co, Blitar – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 akan diawasi lebih ketat. Pihak sekolah diminta tidak lagi memberi ruang bagi praktik bullying, perpeloncoan, maupun budaya senioritas yang berpotensi menciderai tujuan MPLS sebagai sarana adaptasi peserta didik baru.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengatakan, pihaknya memberikan penekanan khusus kepada seluruh satuan pendidikan agar menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Menurutnya, praktik senioritas masih berpotensi muncul, terutama di jenjang pendidikan menengah.
“Kalau untuk memastikan tidak ada bullying dan perpeloncoan di sekolah, biasanya kadang di tingkat SMA masih ada senioritas, seniornya yang ikut. Nah, itu juga menjadi penekanan kita supaya budaya sekolah aman dan nyaman,” ujar Dindin, Senin (6/7).
Menurut Dindin, MPLS seharusnya menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, maupun teman sekelas tanpa adanya tekanan ataupun intimidasi dari pihak mana pun. Karena itu, sekolah diminta menjalankan seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain menekankan pelaksanaan MPLS yang ramah anak, Dispendik juga mengimbau para orang tua agar mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. Imbauan tersebut merupakan tindak lanjut regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus arahan Wali Kota Blitar untuk membangun semangat belajar peserta didik sejak awal tahun ajaran.
“Ada regulasinya dari kementerian. Catatan dari pesan Pak Wali juga kita harapkan orang tua bisa mengantar dulu di hari pertama supaya anak bisa semangat untuk sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, pendampingan orang tua tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru. Menurutnya, siswa yang naik kelas pun tidak ada salahnya tetap didampingi agar memiliki motivasi dan rasa percaya diri saat kembali mengikuti proses pembelajaran.
“Bahkan tidak hanya murid baru, yang naik kelas pun kalau perlu didampingi, lebih baik didampingi oleh orang tua, terutama ayah, karena ada Gerakan Ayah Teladan Indonesia,” pungkasnya. (*)






