Jembatan Sonokembang Ditutup Total Mulai 9 Juli, Pemkot Malang Bongkar Bailey Sebelum Resmikan Jembatan Baru

oleh -319 Dilihat
IMG 20260706 WA0041
Jembatan Sonokembang, Kota Malang yang saat ini diperbaiki. (Foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menutup total akses Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, selama delapan hari, mulai 9 hingga 16 Juli 2026. Penutupan dilakukan untuk proses pembongkaran Jembatan Bailey yang selama ini digunakan sebagai jalur sementara selama pembangunan jembatan permanen berlangsung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, pembongkaran Jembatan Bailey merupakan tahapan penting sebelum proyek memasuki penyelesaian akhir.

“Progres pembangunan Jembatan Sonokembang saat ini sudah mencapai 88 persen. Penutupan akses dilakukan pada 9 hingga 16 Juli khusus untuk pembongkaran Jembatan Bailey, dan ini merupakan salah satu tahapan akhir penyelesaian proyek,” ujar Dandung, Senin (6/7).

Selama masa penutupan, seluruh kendaraan tidak dapat melintasi kawasan tersebut. Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Meski pembongkaran Jembatan Bailey ditargetkan rampung pada 16 Juli, pekerjaan pembangunan belum sepenuhnya selesai. Kontraktor masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan pendukung, mulai penataan lereng di sekitar jembatan hingga pembangunan sistem drainase untuk memperkuat konstruksi dan meningkatkan ketahanan terhadap aliran sungai.

“Setelah Jembatan Bailey dibongkar, masih ada pekerjaan konstruksi, terutama penataan lereng jembatan dan saluran airnya,” jelasnya.

Setelah seluruh pekerjaan tersebut selesai, kontraktor akan melanjutkan tahap penyelesaian akhir atau finishing. Sesuai kontrak kerja, pembangunan Jembatan Sonokembang ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026.

Jembatan Sonokembang dibangun menggunakan anggaran APBD Kota Malang sekitar Rp5,2 miliar. Konstruksi baru mengusung sistem beton pracetak (precast) yang dinilai lebih kuat dan tahan lama dibanding struktur sebelumnya.

Selain mengganti jembatan lama yang rusak, proyek ini juga menghadirkan sejumlah peningkatan. Lebar jembatan diperluas menjadi sekitar 9 meter dengan panjang mencapai 20 meter. Elevasi jembatan dinaikkan sekitar satu meter untuk mengurangi risiko terdampak luapan sungai saat debit air meningkat. Di sisi kanan dan kiri jembatan juga dibangun trotoar baru guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.

Sebelumnya, jembatan lama mengalami kerusakan parah pada 10 Oktober 2025 setelah pondasinya tergerus derasnya aliran sungai akibat hujan berintensitas tinggi. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Malang memasang Jembatan Bailey sebagai akses darurat agar aktivitas masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan jembatan permanen.

Dandung berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Ia optimistis setelah seluruh tahapan selesai, Jembatan Sonokembang akan kembali beroperasi dengan kualitas infrastruktur yang lebih baik sehingga mampu memperlancar mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Kecamatan Blimbing.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pekerjaan berlangsung. Kami berharap masyarakat mendukung penyelesaian proyek ini dengan menggunakan jalur alternatif dan mematuhi pengaturan lalu lintas. Setelah selesai, masyarakat akan menikmati jembatan yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih representatif,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.