Gapasdap: Macet Ketapang-Gilimanuk Bukan karena Kapal, Tapi Kekurangan Dermaga

oleh -59 Dilihat
IMG 20260712 WA0043 scaled
Rapat

KabarBaik.co, Banyuwangi – Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo, menegaskan bahwa persoalan utama yang memicu antrean panjang di lintas Ketapang-Gilimanuk bukan karena kekurangan kapal, melainkan keterbatasan infrastruktur pelabuhan.

Oleh karenanya, ia mendesak pemerintah segera menambah jumlah dan meningkatkan kapasitas dermaga jika ingin macet berkepanjangan ini bisa teratasi. Hal itu disampaikan Khoiri dalam rapat koordinasi penanganan kemacetan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang digelar di Pelabuhan ASDP Ketapang, Sabtu (11/7) kemarin.

Khoiri mengatakan, saat ini terdapat 56 kapal yang tersedia di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Namun, setiap hari hanya sekitar 28 kapal yang dapat dioperasikan karena keterbatasan jumlah dermaga. Artinya 50 persen kapal yang tersedia tidak digunakan.

“Yang terjadi bukan kekurangan kapal, tetapi kelebihan kapal. Bukan hanya kendaraan di darat yang antre, kapal kami juga ikut mengantre untuk mendapat giliran beroperasi karena infrastruktur dermaga belum mencukupi,” kata Khoiri.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya sekadar menuntut pengusaha memberikan kapal berkualitas, sementara fasilitas masih dibiarkan tanpa diupgrade. Karena itu, Gapasdap mengusulkan penyusunan master plan pengembangan lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Khoiri menyebut idealnya lintasan Ketapang-Gilimanuk memiliki 14 pasang dermaga agar mampu mengakomodasi jumlah kapal yang tersedia. Bila tidak memungkinkan dibangun langsung serentak, setidaknya dua dermaga tiap tahun di setiap sisi.

Selain jumlah dermaga, Gapasdap juga mendorong peningkatan kapasitas dermaga. Menurut Khoiri, rencana ASDP menaikkan kapasitas dermaga dari 35 ton menjadi 50 ton merupakan langkah positif, meski belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan di lintasan tersebut.

Ia menjelaskan, karakter perairan Selat Bali membuat kapal membutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih memadai. Arus laut yang kuat akibat pertemuan Laut Jawa dan Samudera Indonesia kerap menyulitkan proses sandar kapal, terutama saat cuaca buruk.

“Kalau pemerintah menuntut kapal lebih besar, lebih cepat, dan lebih modern, maka kami juga harus mendapat dukungan infrastruktur yang memadai, baik jumlah, kapasitas, maupun kualitas dermaga, termasuk kolam pelabuhan, breakwater, dan sistem manajemen pelabuhan,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan, pihaknya bahkan siap membantu pengembangan Dermaga LCM agar mampu disandari empat kapal sekaligus. Investasi yang dilakukan operator tersebut diharapkan dapat dikompensasikan melalui biaya sandar yang dibayarkan kepada PT ASDP Indonesia Ferry.

“Kalau memang harus menunggu terlalu lama, kami siap ikut berpartisipasi melalui koperasi maupun mitra Gapasdap agar kapasitas dermaga bisa segera bertambah. Yang kami inginkan adalah pelayanan penyeberangan menjadi lebih lancar dan antrean tidak terus berulang,” kata dia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.