Antrean SPBU di Bojonegoro Kerap Mengular, Pemkab Turun Tangan

oleh -232 Dilihat
IMG 20251110 WA0011 1
Antrean panjang SPBU di Jl Veteran Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Keluhan terkait antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Untuk memastikan ketersediaan solar tetap terjaga, Pemkab segera melakukan koordinasi dengan pihak SPBU dan PT Patra Niaga selaku penyalur resmi BBM Pertamina.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro, Retno Wulandari, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan ketersediaan BBM di lapangan melalui komunikasi intensif dengan sejumlah SPBU.

“Selama ini SPBU memperoleh kuota pengiriman yang telah ditetapkan oleh Pertamina. Ketika SPBU mengajukan penambahan kuota, sebelumnya masih dapat dipenuhi karena secara nasional stok BBM dinilai cukup,” jelas Retno, Senin (10/11).

Namun, sejak 21 Oktober 2025 terjadi perubahan mekanisme pengiriman. Pertamina kini hanya mengirim sesuai kuota plotting dan tidak lagi memberikan tambahan kuota seperti sebelumnya.

Retno menjelaskan, untuk jenis Pertamina Dex tidak diberlakukan sistem kuota seperti pada Biosolar B40. Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterima Pemkab dari pihak terkait, stok Pertamina Dex di Terminal BBM Tuban sedang kosong sehingga berdampak pada distribusi ke SPBU di Bojonegoro.

“Pemkab Bojonegoro sudah berkoordinasi dengan PT Patra Niaga untuk mencari solusi terbaik atas situasi ini,” ungkap Retno.

Di sisi lain, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan bahwa penyaluran BBM tetap berjalan normal. Menurutnya, antrean yang terjadi di beberapa lokasi dipicu oleh keterlambatan pengiriman.

“Jika ada SPBU yang kosong, statusnya sedang dalam pengiriman. Kami memantau stok produk di masing-masing SPBU secara digital,” ujar Ahad.

Ia menjelaskan, penyaluran BBM ke setiap SPBU dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan. Hingga triwulan ketiga tahun 2025, penyaluran Biosolar di Kabupaten Bojonegoro mencapai 46 ribu kiloliter atau 79 persen dari kuota tahunan, sedangkan di Kabupaten Tuban mencapai 72 ribu kiloliter atau 74 persen dari kuota. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.