KabarBaik.co, Bojonegoro – Warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro dikejutkan dengan perubahan warna air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut pada Jumat (11/6) pagi. Air sungai yang sebelumnya tampak kehijauan mendadak berubah menjadi hitam kecokelatan.
Perubahan warna air ini langsung menjadi perhatian masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro yang menerima laporan dari warga pun segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut.
Makin, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengatakan perubahan warna air mulai terlihat sejak pagi hari. Menurutnya, kondisi tersebut memang bukan pertama kali terjadi di Bengawan Solo.
“Sejak pagi tadi tiba-tiba air Bengawan Solo berubah warna menjadi hitam kecokelatan, padahal kemarin masih terlihat hijau,” ujarnya.
Ia menambahkan perubahan warna air sungai sering terjadi saat debit air Bengawan Solo menurun. Namun, kali ini ia menduga ada faktor lain yang menyebabkan perubahan warna tersebut, termasuk kemungkinan adanya limbah yang masuk ke aliran sungai.
“Soalnya airnya agak lengket, beda ketika debit air sungai masih tinggi. Ya mungkin faktor limbah yang dibuang ke Bengawan Solo dari daerah hulu,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DLH Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Syoleh Fatoni, mengatakan fenomena perubahan warna air Bengawan Solo memang kerap terjadi saat musim kemarau. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama kejadian tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Kejadian seperti ini memang bukan pertama kali terjadi. Namun untuk memastikan penyebabnya, kami akan mengambil sampel air untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Fatoni.
Bengawan Solo memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Bojonegoro. Selain menjadi sumber air untuk irigasi lahan pertanian, air sungai ini juga dimanfaatkan oleh PDAM sebagai bahan baku air bersih yang disalurkan ke rumah-rumah warga untuk kebutuhan sehari-hari. (*)






