KabarBaik.co, Bojonegoro – Duka kembali menyelimuti kawasan Bengawan Solo di Bojonegoro. Belum genap sehari setelah tim SAR gabungan menemukan jasad pemuda yang tenggelam di wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman, kini seorang pencari ikan di Kecamatan Ngraho dilaporkan hilang dan diduga tenggelam saat beraktivitas di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Korban diketahui bernama Muhadi, 32, warga Desa Payaman, Ngraho. Pria tersebut dilaporkan hilang pada Selasa (23/6) sekitar pukul 23.00 WIB saat mencari ikan di aliran Bengawan Solo yang melintasi desanya.
Laporan dari warga langsung ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan dengan melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik korban tenggelam.
Agen Bencana BPBD Jatim Wilayah Bojonegoro Tulusno Budi Santoso menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban saat itu sedang mencari ikan menggunakan alat setrum.
“Korban sebelumnya mencari ikan di Sungai Bengawan Solo menggunakan alat setrum ikan. Diduga korban terjatuh ke sungai dan tenggelam. Saat itu korban membawa aki yang dimodifikasi seperti ransel sebagai sumber daya alat setrum ikan,” ujar Tulusno, Rabu (24/6).
Ia menambahkan hingga Rabu siang korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Sebanyak 32 personel diterjunkan dalam operasi pencarian yang terdiri dari BPBD Jawa Timur, Basarnas, BPBD Bojonegoro, Satpol PP, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat setempat.
“Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban. Kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan dan situasi wilayah Kabupaten Bojonegoro secara umum aman dan terkendali,” kata Tulusno.
Peristiwa ini menjadi kejadian kedua dalam waktu berdekatan yang melibatkan korban tenggelam di Bengawan Solo. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari dan ketika menggunakan peralatan yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. (*)






