KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro berencana membangun pelindung tebing sungai di sejumlah titik yang dinilai rawan longsor pada pertengahan tahun 2026. Dari total 18 lokasi yang diusulkan, baru sembilan titik yang memperoleh rekomendasi teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS).
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Pekerjaan Umum SDA (PUSDA) Bojonegoro Danang kurniawan mengatakan bahwa sejak awal tahun 2026 pihaknya telah merencanakan pembangunan pelindung tebing sungai, khususnya di sepanjang anak Sungai Bengawan Solo yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, setiap pembangunan pelindung tebing sungai wajib mengantongi rekomendasi teknis dari BBWS Bengawan Solo sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
“Kami sudah mengajukan permohonan rekomendasi teknis kepada BBWS sebagai landasan pelaksanaan pembangunan tebing sungai. Namun, dari sejumlah rencana pekerjaan yang diajukan, baru sembilan lokasi yang mendapatkan rekomendasi teknis,” ujar Danang, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan sembilan paket pekerjaan yang telah memperoleh rekomendasi teknis tersebut masuk dalam kategori Proyek Strategis Daerah (PSD). Pelaksanaan pembangunan dijadwalkan mulai pada awal Juli 2026.
Dari sejumlah proyek tersebut, terdapat dua paket pekerjaan yang menjadi prioritas, yakni pembangunan pelindung tebing sungai di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, dengan pagu anggaran sebesar Rp 4 miliar, serta pembangunan pelindung tebing sungai di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, dengan nilai anggaran mencapai Rp 3,9 miliar.
Danang menambahkan sembilan lokasi yang belum memperoleh rekomendasi teknis dari BBWS Bengawan Solo dipastikan tidak akan dikerjakan pada tahun ini. Anggaran yang semula dialokasikan untuk proyek tersebut telah dialihkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan lainnya.
“Anggaran tersebut kami alihkan untuk kebutuhan lain sehingga tidak menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA),” pungkasnya. (*)






