KabarBaik.co, Jombang – Sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang menghentikan sementara layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian operasional ini terjadi karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat belum diterima.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Jombang Deni Setiawan Hakim mengatakan, berdasarkan data per 9 Juni 2026, terdapat 45 SPPG yang tidak dapat menjalankan layanan akibat keterlambatan transfer anggaran.
“Per tanggal 9 Juni tercatat ada 45 SPPG yang berhenti operasional karena dana transfer dari pusat belum cair,” kata Deni, Jumat (12/6).
Meski layanan dihentikan sementara, pengelola dapur MBG tetap melakukan berbagai persiapan agar operasional dapat segera kembali berjalan saat dana diterima.
Menurut Deni, sebagian besar dapur saat ini fokus pada kegiatan kebersihan dan penataan operasional.
“Dapur tetap melakukan persiapan. Jadi ketika dana sudah masuk, mereka bisa langsung kembali melayani,” ujarnya.
Hingga kini, pihak BGN daerah belum menerima informasi pasti terkait jadwal pencairan dana dari pemerintah pusat. Namun, Deni optimistis proses tersebut akan segera diselesaikan mengingat program MBG menyasar kebutuhan gizi anak-anak.
“Kami belum mendapat kepastian kapan dana akan cair. Biasanya pusat mempercepat proses karena program ini berkaitan langsung dengan kebutuhan anak-anak,” katanya.
Deni menjelaskan seluruh kepala SPPG yang terdampak telah melaporkan kondisi tersebut melalui sistem pelaporan resmi. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan pencairan anggaran.
Ia menegaskan penghentian layanan tidak disebabkan adanya pelanggaran dari pihak SPPG. Keterlambatan murni terjadi karena dana operasional belum masuk ke rekening satuan pelayanan.
“Tidak ada pelanggaran dari pihak SPPG. Ini murni karena dana operasional yang belum masuk,” tegasnya.
Menurut Deni, keterlambatan pencairan dana sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Namun, jumlah SPPG yang terdampak kali ini jauh lebih banyak dibandingkan kejadian serupa pada periode sebelumnya.
“Kalau sebelumnya pernah terjadi, tetapi hanya beberapa SPPG dan biasanya selesai dalam waktu kurang dari satu minggu,” pungkasnya.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu tindak lanjut dari BGN pusat agar seluruh dapur MBG di Jombang dapat kembali beroperasi normal dan melayani penerima manfaat.






