Pelajar 14 Tahun Tewas Akibat Tenggelam di Bendungan Tiu Kulit Sumbawa

oleh -296 Dilihat
IMG 20260612 WA0061
Korban dibawa ke rumah duka. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Sumbawa – Tragedi warga tenggelam kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang pelajar berusia 14 tahun berinisial AR ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras di Bendungan Tiu Kulit, Desa Simu, Kecamatan Maronge, Kamis (11/6).

Korban yang diketahui tidak memiliki kemampuan berenang itu diduga nekat melompat dari area pintu utama pembuangan bendungan yang memiliki kedalaman cukup ekstrem dan arus yang kuat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 11.00 WITA, korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain bersama sejumlah teman sekolahnya. Namun, tak lama berselang, keluarga menerima kabar bahwa AR tenggelam di bendungan tersebut.

Mendapat informasi itu, warga bersama aparat kepolisian segera melakukan pencarian. Setelah sekitar dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 13.00 WITA di sekitar area pembuangan bendungan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Plampang, Iptu Joko Wilopo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Maronge untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. “Kami langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Maronge untuk pemeriksaan medis, kemudian menyerahkannya kepada pihak keluarga di rumah duka,” ujar Iptu Joko.

Petugas dari Polsek Plampang bersama Unit Inafis Polres Sumbawa juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Polisi menyimpulkan korban meninggal akibat tenggelam setelah terseret arus dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Melalui kejadian ini, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kapolsek Plampang mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya saat berada di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Jangan biarkan anak bermain di area berbahaya seperti bendungan atau sungai, apalagi jika tidak bisa berenang. Satu nyawa anak sangat berharga. Mari kita cegah jatuhnya korban jiwa kembali,” tegasnya.

Hingga Kamis malam, jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Unter Telang, Desa Maronge dan dimakamkan pada Jumat (12/6). Adapun insiden tersebut tercatat sebagai kasus kematian kedua akibat tenggelam di lokasi yang sama dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.