KabarBaik.co, Lombok Tengah – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 memasuki hari ketiga dengan kondisi yang tetap aman, tertib, dan kondusif. Seluruh rangkaian perlombaan di berbagai majelis berlangsung sesuai jadwal, disertai tingginya antusiasme peserta dan masyarakat.
Ajang tahunan yang mempertemukan qari dan qariah terbaik dari seluruh kabupaten/kota di NTB ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, mengatakan, kelancaran pelaksanaan MTQ hingga hari ketiga merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama hingga hari ketiga berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Seluruh agenda dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Di berbagai arena perlombaan, suasana religius terasa kental. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema sepanjang pelaksanaan lomba, sementara dewan hakim melakukan penilaian secara profesional terhadap penampilan para peserta yang tampil dengan penuh penghayatan.
Tingginya partisipasi masyarakat juga menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan MTQ tahun ini. Warga dari berbagai wilayah di Lombok Tengah memadati lokasi perlombaan untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan langsung kemampuan para peserta terbaik NTB.
Kehadiran masyarakat tersebut menjadikan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial.
Panitia pelaksana optimistis situasi yang kondusif dapat terus terjaga hingga penutupan kegiatan. Dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan kesuksesan MTQ XXXI NTB.
Penyelenggaraan MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat syiar Al-Qur’an dapat terus hidup dan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat NTB yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. (*)






