KabarBaik.co, Sidoarjo – Berbagai cara dilakukan untuk membuat hari pertama masuk sekolah lebih berkesan bagi siswa baru. Salah satunya SDN Trosobo 1 dan SDN Trosobo 2, Kecamatan Taman, Sidoarjo, yang memilih melepas lebih dari 100 ekor burung dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7).
Berbagai jenis burung mulai dari pipit, perkutut hingga puter dilepaskan ke udara oleh siswa, guru dan wali murid. Kegiatan tersebut disiapkan pihak sekolah sebagai simbol harapan dan cita-cita para siswa agar mampu terbang setinggi langit.
Pelepasan burung digelar secara berurutan usai pelaksanaan upacara bendera. Kegiatan dimulai dari SDN Trosobo 2 kemudian dilanjutkan di SDN Trosobo 1 dengan melibatkan warga sekolah dan wali murid.
Tak hanya itu, sekolah juga menghadirkan nuansa keberagaman sejak hari pertama. Para guru menyambut siswa dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya mengenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada peserta didik.
Kepala SDN Trosobo 1 sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Trosobo 2 Eka Ratnawati mengatakan, sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang ramah dan menyenangkan bagi siswa. Sejak tiba di gerbang, murid baru bersama orang tuanya disambut para guru melalui salam, sapa dan senyum.
“Setelah salam, sapa dan senyum, kami lanjutkan dengan upacara bendera. Anak-anak SD kami latih mengikuti upacara dengan baik seperti upacara kenegaraan. Kemudian ada pelepasan burung bersama murid, guru dan wali murid, serta penyerahan dari wali murid kepada sekolah,” ujarnya.
Pada tahun ajaran baru ini, SDN Trosobo 1 menerima 28 siswa kelas 1 dari total 121 peserta didik. Sedangkan SDN Trosobo 2 menerima 33 siswa kelas 1 dengan jumlah keseluruhan mencapai 265 peserta didik.
Eka menjelaskan, pelepasan burung sebenarnya bukan konsep baru yang diterapkannya. Tradisi tersebut lebih dahulu digelar di SDN Trosobo 1 sejak 2024, tepat saat dirinya menjabat sebagai kepala sekolah. Setiap momentum MPLS, pelepasan burung menjadi simbol harapan bagi siswa baru.
Sementara di SDN Trosobo 2, pelepasan burung baru pertama kali dilaksanakan sejak Eka mendapat amanah sebagai Plt kepala sekolah. Konsep serupa dibawa untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus menanamkan pesan lingkungan kepada siswa sejak hari pertama sekolah.
“Lebih dari 100 burung kami lepas, mulai burung pipit, perkutut hingga puter. Harapannya anak-anak yang bersekolah di sini merasa diterima, dihargai dan dilindungi, seperti pesan Bapak Presiden dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” katanya.
Pihak sekolah sengaja memilih burung dibandingkan melepas balon yang kerap digunakan dalam kegiatan seremonial. Menurut Eka, pelepasan burung dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk menyayangi dan melestarikan hewan.
“Kalau biasanya menggunakan balon, kami memilih burung karena lebih ramah lingkungan. Sekaligus mengajarkan anak untuk menyayangi dan melestarikan hewan. Sebelumnya juga sudah ada pra-MPLS bersama orang tua untuk memotivasi anak agar semangat mengikuti MPLS,” jelasnya.
Upaya sekolah menghadirkan MPLS yang menyenangkan mendapat apresiasi Sari, salah satu wali murid SDN Trosobo 2. Ia menilai pengalaman hari pertama sekolah penting untuk menumbuhkan semangat anak setelah beralih dari taman kanak-kanak menuju sekolah dasar.
“Sebagai orang tua kami harus terus memberikan semangat agar anak-anak ke depan lebih baik dan bersemangat sekolah. Semoga dengan pelepasan burung ini, cita-cita anak bisa tercapai setinggi angan-angan mereka,” ungkap Sari.
Kesan positif juga dirasakan Fahima Khairullah, siswa baru SDN Trosobo 1. Sambutan sekolah hingga kesempatan melepas burung membuat hari pertamanya di bangku SD terasa menyenangkan.
“Pertama masuk sekolah saya senang karena banyak teman baru. Pelajarannya seru, apalagi tadi melepas burung. Rasanya senang karena bisa ikut melestarikan burung. Cita-cita saya ingin menjadi YouTuber,” pungkas Fahima dengan polos.(*)






