KabarBaik.co, Batu – Praktik modifikasi bus pariwisata yang mengabaikan aspek keselamatan masih ditemukan selama musim libur sekolah di Kota Batu. Dalam inspeksi mendadak (sidak) ramp check, Satlantas Polres Batu mendapati sejumlah armada yang menambah kursi penumpang hingga menutup akses pintu darurat demi meningkatkan kapasitas angkut.
Temuan tersebut dinilai berpotensi membahayakan penumpang apabila terjadi kondisi darurat. Pintu keluar darurat yang seharusnya dapat digunakan untuk evakuasi justru terhalang kursi tambahan hasil modifikasi.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara mengatakan, ramp check dilakukan sebanyak 10 kali selama periode libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Kegiatan itu merupakan upaya memastikan seluruh bus pariwisata yang mengangkut wisatawan berada dalam kondisi laik jalan dan memenuhi standar keselamatan.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya memastikan kelayakan teknis kendaraan angkutan, serta mendukung keselamatan dan keamanan masyarakat selama periode libur sekolah,” terang Jaka, Senin (13/7).
Selama operasi, petugas gabungan memeriksa 37 unit bus pariwisata di sejumlah titik, mulai dari garasi perusahaan otobus, kawasan wisata, hingga pusat oleh-oleh. Lokasi pemeriksaan meliputi Jatim Park 1 dan 2, Batu Secret Zoo, Museum Angkut, Predator Fun Park, Taman Rekreasi Selecta, Alun-Alun Kota Batu, Brawijaya Oleh-Oleh, Paradise, serta garasi PO Bima Jaya.
Meski secara umum kondisi armada dinyatakan layak beroperasi, petugas masih menemukan beberapa pelanggaran yang dapat mengurangi tingkat keselamatan penumpang. Selain pintu darurat yang tertutup kursi tambahan, terdapat pula bus yang menambah jumlah kursi melebihi kapasitas asli kendaraan.
Beberapa armada juga diketahui memiliki Kartu Pengawasan (KPS) yang masa berlakunya telah habis, meski kru bus dapat menunjukkan bukti bahwa dokumen tersebut sedang dalam proses perpanjangan.
Atas seluruh temuan tersebut, Satlantas Polres Batu langsung memberikan teguran keras kepada pengelola dan kru bus agar segera mengembalikan kondisi kendaraan sesuai standar keselamatan. “Terhadap seluruh temuan tersebut, kami langsung memberikan teguran keras dan imbauan kepada pengelola maupun kru bus agar segera melakukan perbaikan demi menjamin keselamatan penumpang,” tegas Jaka.
Ia menambahkan, kesadaran pengusaha otobus di Kota Batu mulai meningkat. Hal itu terlihat dari tidak ditemukannya armada yang kembali melakukan pelanggaran serupa setelah diberikan teguran dalam pelaksanaan ramp check sebelumnya. “Seluruh kendaraan yang diperiksa telah menunjukkan kepatuhan, dan tidak terdapat kendaraan bandel yang terjaring kembali dengan pelanggaran yang sama,” tandasnya. (*)






