Petugas Damkarmat dan Basarnas Bantu Evakuasi Jenazah Pria Berbobot 200 kg di RSUD Blambangan Banyuwangi

oleh -59 Dilihat
IMG 20260713 WA0036
Petugas Damkarmat dan Basarnas bekerjasama mengevakuasi jenazah pria berbobot 200 kg di RSUD Blambangan Banyuwangi. (Foto:Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Pria berbobot 200 kilogram berinisial ADS meninggal dunia usai dirawat di RSUD Blambangan, Senin (13/7). Sepuluh petugas dari regu Damkarmat dan Basarnas dikerahkan untuk membantu mengevakuasi pria berusia 35 tahun asal Kelurahan Lateng, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi tersebut.

Petugas membantu mengangkat korban dari ranjang di depan ruang jenazah menuju peti yang telah disiapkan di atas bak pikap yang digunakan membawa jenazah. Peti triplek yang disiapkan berukuran hampir sebesar bak pikap. Setelah terangkat, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk setelahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Lateng.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto mengatakan, pria obesitas itu meninggal setelah dirawat sekitar 2 hari di RSUD Blambangan. Pada Sabtu (11/7) sore, jenazahnya dievakuasi petugas Damkarmat dan Basarnas di rumahnya untuk dibawa ke RSUD.

Mengingat bobotnya yang berat, proses evakuasi saat itu berjalan tak mudah. Petugas harus menggunakan peralatan vertikal rescue untuk mengangkat korban dari dalam rumahnya untuk keluar menuju kendaraan angkutan pikap yang telah disiapkan. Setelah tubuhnya terangkat, ia dibawa ke RSUD Blambangan untuk ditangani lebih lanjut.

Setelah dua hari dirawat, petugas Damkar dan Basarnas menerima informasi bahwa ADS telah meninggal dunia. Petugas pun berangkat ke RSUD untuk mengevaluasi ADS dan mempersiapkan proses pemakaman. “Petugas yang berangkat ada delapan anggota Damkarmat dan delapan anggota Basarnas. Evakuasi dari rumah sakit juga dibantu oleh warga,” kata Salam.

Dalam proses pemakamannya, petugas evakuasi akan menggunakan beberapa peralatan vertical rescue seperti tali karmantel, tripod, dan katrol. Alat-alat serupa lazim dipakai untuk proses pemakaman jenazah obesitas berbobot besar seperti ADS.

Menurut kerabatnya, DS mengalami kram kaki dan tiba-tiba terjatuh sebelum sakit. Setelahnya, ia menderita sesak napas sehingga dibutukan penanganan medis. “Iya, sebelumnya dia sesak napas. Lalu dibawa ke RSUD,” kata salah seorang kerabat ADS saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Blambangan.

Obesitas yang dialami ADS membuatnya sulit beraktivitas sehari-hari. Selama ini, ia lebih banyak beraktivitas di kediamannya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.