KabarBaik.co, Banyuwangi – Universitas Airlangga (Unair) dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjalin kerja sama untuk memperkuat pendidikan dokter spesialis sekaligus meningkatkan layanan kesehatan di daerah. Melalui kerja sama tersebut, RSUD Blambangan dan RSUD Genteng disiapkan menjadi rumah sakit jejaring Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS).
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut setelah kedua rumah sakit ditetapkan sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa profesi dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Unair Banyuwangi.
Rektor Unair, Muhammad Madyan mengatakan pihaknya saat ini masih memetakan kebutuhan layanan spesialis di Banyuwangi sebagai dasar pembukaan program PPDS di kedua rumah sakit tersebut.
“Kami sedang mengidentifikasi jenis PPDS yang paling sesuai dengan kebutuhan Banyuwangi. Kami melihat dulu pola penyakit yang banyak ditangani rumah sakit sehingga program yang dibuka benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” kata Madyan.
Menurutnya, sejumlah layanan spesialis yang berpotensi dikembangkan meliputi penyakit dalam, onkologi, radiologi, hingga layanan pendukung kemoterapi. Kajian juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas rumah sakit dan ketersediaan tenaga pendidik spesialis.
“Kami mendapat informasi bahwa kasus kanker cukup banyak ditangani di Banyuwangi. Karena itu kebutuhan layanan terkait hal tersebut menjadi bagian yang sedang kami pelajari,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran, pelayanan kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan rumah sakit jejaring PPDS juga akan memperkuat kualitas layanan kesehatan di Banyuwangi.
“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran rumah sakit sebagai wahana pendidikan kedokteran spesialis. Ini akan menguntungkan bagi pembangunan sektor kesehatan di Banyuwangi,” kata Ipuk. (*)






