KabarBaik.co, Nganjuk – Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk mendadak digegerkan oleh desas-desus misterius yang menyelimuti satu keluarga tertutup di wilayah mereka.
Kecurigaan yang semula hanya berupa kasak-kusuk tetangga mengenai pertengkaran keluarga dan hilangnya seorang warga bernama Gatot, kini bermuara pada penemuan sebuah gundukan tanah baru yang ditutupi gedebog pisang serta tumpukan genteng di area pekarangan rumah yang ternyata adalah mayat Gatot
“Bagitu ditemukan warga gundukan itu, mau dibongkar saya larang. Di atasnya ada genteng, tanah liat, urukan atas, bawahnya gedebog (pisang), bawahnya genteng ditata itu. Terus ada kelihatan kayak kain gitu,” ungkap Joko Hari Karyono, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Rabu (15/7).
Kecurigaan warga sebenarnya sudah memuncak sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya, keluarga Gatot dikenal sangat tertutup dari interaksi sosial lingkungan sekitar.
Situasi semakin janggal saat terdengar kabar adanya pertengkaran di dalam rumah tersebut, namun warga sekitar tidak ada yang berani melerai.
Simpang siur keberadaan Gatot pun kian membingungkan, mulai dari kabar sempat ingin dilaporkan ke Polsek namun batal, hingga klaim bahwa yang bersangkutan berada di Jombang lalu mendadak berpindah ke Malang.
“Tetangga curiga karena kok ada gaduh. Kemudian, terus saya berpikir, kalau Pak Gatot itu enggak mungkin hilang. Orang sehat normal, cuma sakit,” jelas Joko.
Untuk menjawab rasa penasaran yang kian membuncah, Joko bersama lima orang warga akhirnya memutuskan mendatangi rumah tersebut.
Di sana, mereka hanya mendapati adik ipar dari Gatot yang mengaku sedang menumpang tidur. Dengan persetujuan yang bersangkutan, warga sempat memeriksa area dalam rumah namun tidak menemukan tanda-tanda yang aneh, hingga pandangan mereka beralih ke area pekarangan samping rumah yang rimbun.
Di situlah gundukan tanah dengan struktur penutup yang tidak lazim itu ditemukan. Selain itu, beredar pula selentingan di kalangan warga mengenai adanya bercak darah di sekitar area kamar mandi luar.
“Itu katanya warga sini, tapi saya enggak ikut masuk. Katanya ada (bercak darah) di dekat kamar mandi. Terus di pekarangan ini dicek. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu enggak diketahui orang, gitu lho,” pungkas Joko,





