KabarBaik.co, Nganjuk – Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria bernama Gatot di pekarangan samping rumahnya, Rabu (15/7).
Kematian korban dinilai tidak wajar dan diselimuti berbagai kejanggalan besar, mulai dari indikasi kekerasan fisik hingga gelagat mencurigakan dari lingkungan internal keluarga.
Ketegangan di rumah korban diketahui sudah mulai memuncak sejak awal pekan ini, tepatnya pada hari Senin (13/7), hingga mencapai puncaknya pada Selasa (14/7) malam. Tetangga sekitar sempat mendengar suara keributan yang mencekam dari arah rumah korban sebelum ia ditemukan tak bernyawa.
“Ada pertengkaran. Terdengar suara orang meminta tolong. Mas Gatot (korban) tidak kelihatan keluar rumah, berarti Mas Gatot dianiaya. Kan ada suara minta tolong, sebelumnya. Sementara anak perempuannya tidak apa-apa dan terlihat tenang-tenang saja,” ungkap Ita, salah seorang tetangga dekat korban yang meraba adanya ketidakberesan.
Kejanggalan semakin menjadi-jadi ketika pada Selasa malam, istri Gatot yang akrab disapa Mbak Tin, mendapati seluruh pintu rumahnya terkunci rapat dari dalam dengan kondisi lampu padam total.
Karena tidak bisa masuk dan situasi rumah yang senyap secara mencurigakan, sang istri terpaksa menumpang tidur di rumah kerabatnya di Desa Kelurahan.
Memasuki hari Rabu (15/7) pagi, anak angkat korban berinisial S melakukan tindakan yang diduga kuat sengaja untuk menjauhkan sang ibu dari lingkungan rumah.
S mengajak ibunya pergi jauh dengan sepeda masing-masing dengan dalih mencari keberadaan Gatot, namun berujung pada penelantaran.
“S mengajak ibunya pergi untuk mencari ayahnya, Diajak berputar-putar dari Kediri sana sampai ke Malang. Tapi sesampainya di Malang, ibunya malah ditinggal. Ibunya pulang sendiri tetapi ya pelan-pelan karena ibunya kan kondisinya kurang sehat,” tambah Ita memaparkan siasat janggal S yang tega meninggalkan ibunya yang berusia 50 tahun dalam kondisi sakit.
Sebelum misteri hilangnya Gatot terkuak, warga juga sempat melihat kehadiran kekasih S di sekitar lokasi pada hari Selasa. Pria tersebut kedapatan membawa cangkul dengan kondisi tangan yang terbalut plester atau isolasi.
Setelah ditelusuri, latar belakang keluarga mencatat bahwa S yang berstatus anak angkat sempat terlibat cekcok hebat dengan korban terkait urusan keuangan serta rencana pernikahan yang terganjal restu.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap tabir di balik kematian korban.
Sementara itu, jenazah Gatot telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.






