Gedung Belum Rampung, Pengelolaan Dana Desa Ngadirenggo Kabupaten Blitar Diselidiki

oleh -61 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 15 at 16.26.12
Bangunan desa yang diduga terjadi penyalahgunaan anggaran. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, mulai ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Polres Blitar memastikan telah menerima aduan masyarakat (dumas) dan akan menggandeng Inspektorat Kabupaten Blitar untuk melakukan pemeriksaan.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Margono mengatakan, laporan masyarakat tersebut berkaitan dengan dugaan persoalan pengelolaan dana desa yang melibatkan aparatur pemerintah desa. “Dumas sudah masuk. Nanti akan dilakukan pengecekan bersama Inspektorat terkait hal tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/7).

Menurut Margono, pelibatan Inspektorat diperlukan karena objek yang diperiksa berkaitan dengan penggunaan dana desa. Dengan demikian, proses pemeriksaan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. “Karena ini berkaitan dengan dana desa dan aparatur desa,” tambahnya.

Kasus tersebut mencuat setelah warga menyoroti sejumlah persoalan di Desa Ngadirenggo. Mulai pembangunan gedung pertemuan desa yang belum rampung hingga dugaan kurangnya transparansi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Proyek gedung pertemuan disebut telah menyerap anggaran sekitar Rp 350 juta, namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan.

Sementara itu, Kepala Dusun Pijiombo, Desa Ngadirenggo, Budiono, mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Blitar. “Iya, saya sudah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait hal itu,” katanya.

Budiono menjelaskan, berdasarkan keterangan kepala desa, pembangunan gedung belum dapat dilanjutkan karena keterbatasan anggaran pada tahun 2025 dan direncanakan kembali pada 2026. “Tidak mangkrak. Katanya Pak Kades dibangun tahun 2025 lalu anggarannya minim sehingga belum bisa dilanjutkan dan rencananya diteruskan tahun 2026,” jelasnya.

Meski demikian, dia mengakui masyarakat terus mempertanyakan kelanjutan pembangunan gedung tersebut agar segera dapat dimanfaatkan. “Kalau protes besar-besaran tidak, tapi warga banyak yang bertanya pembangunan gedungnya berhenti apa belum ada dananya,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.