KabarBaik.co, Jombang – Sebanyak 1.600 siswa baru SMP, SMA, dan SMK Budi Utomo Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Terpadu yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Budi Utomo.
Tak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga membekali para siswa dengan materi tentang bahaya narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, hingga pencegahan perundungan (bullying).
Humas Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Totok Raharjo, mengatakan MPLS tahun ajaran 2026/2027 diikuti seluruh peserta didik baru dari tiga jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan.
“Jumlah pesertanya sekitar 1.600 siswa. Terdiri dari sekitar 300 siswa SMP, 600 siswa SMA, dan 700 siswa SMK,” kata Totok di sela kegiatan MPLS, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, MPLS berlangsung selama enam hari, mulai Senin (13/7) hingga Sabtu (18/7). Selama kegiatan, yayasan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik.
Salah satu materi yang diberikan berasal dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Para siswa diajak memahami bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini.
“Harapannya anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Totok.
Selain itu, Korem 082/Mojokerto dijadwalkan memberikan materi tentang bela negara dan wawasan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.
Tak hanya itu, Kejaksaan Negeri Jombang juga akan mengisi sesi khusus mengenai pencegahan bullying. Materi tersebut membahas dampak perundungan dari berbagai sisi, mulai aspek hukum, sosial, hingga psikologis.
“Kami ingin membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Harapannya di Yayasan Pendidikan Budi Utomo tidak ada lagi bullying,” tutur Totok.
Untuk memperluas keterlibatan orang tua, yayasan juga menyiapkan layanan siaran langsung melalui Zoom Meeting. Fasilitas ini memungkinkan wali murid mengikuti jalannya kegiatan MPLS secara daring dari rumah.






