KabarBaik.co, Gresik – Seorang siswa baru sekolah dasar di Kabupaten Gresik sempat tersesat saat hendak pulang usai mengikuti Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Selasa (14/7). Beruntung, anggota Satlantas Polres Gresik yang sedang berpatroli menemukannya dan langsung mengantarkan bocah tersebut pulang ke rumah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di sekitar Pos Lantas GKB, Gresik. Saat berpatroli, personel Unit Turjagwali Satlantas Polres Gresik melihat seorang anak berseragam sekolah berjalan sendirian dengan raut wajah kebingungan.
Petugas kemudian menghampiri dan mengajak anak tersebut berbincang. Dari hasil komunikasi, diketahui anak itu bernama Azraqi Raffan, siswa UPT SDN 29 Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Kepada petugas, Azraqi mengaku berniat berjalan kaki menuju rumahnya. Namun, karena tidak mengetahui arah, ia justru tersesat di jalan.
Mendengar penjelasan tersebut, personel Satlantas berupaya menenangkan Azraqi sambil mencari informasi mengenai alamat rumahnya. Setelah memperoleh petunjuk, petugas mengetahui rumah Azraqi berada di belakang gang masuk RS Denisa, Kecamatan Kebomas.
Tanpa menunggu lama, petugas kemudian mengantarkan Azraqi menggunakan kendaraan dinas hingga tiba di rumahnya untuk memastikan ia kembali dengan selamat.
Setibanya di lokasi, petugas hanya menemui saudara Azraqi di rumah. Sementara itu, kedua orangtuanya diketahui sedang mencari putranya ke sekolah karena saat hendak menjemput, Azraqi sudah tidak berada di lokasi.
Kepanikan keluarga pun berakhir setelah mengetahui Azraqi telah diantar pulang oleh anggota Satlantas Polres Gresik dalam keadaan sehat.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, mengatakan respons cepat anggotanya merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam melindungi keselamatan anak-anak.
“Respons cepat kepolisian untuk langsung mengantarkan Adik Azraqi ke rumahnya merupakan bagian dari pelayanan prima kami kepada masyarakat. Keselamatan warga, terutama anak-anak, adalah prioritas kami,” kata Nur Arifin.
Ia juga mengimbau para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada jam pulang sekolah, serta memastikan proses penjemputan berjalan dengan baik.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu berhati-hati dan memastikan anak-anak dijemput tepat waktu. Komunikasi dengan pihak sekolah juga harus terus dijaga demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi salah satu contoh peran kepolisian yang tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat melalui tindakan cepat dalam situasi yang membutuhkan.(*)






