KabarBaik.co, Surabaya – Aksi penganiayaan berdarah terjadi di Jalan Ciliwung, Kelurahan Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya. Pelaku berinisial DK alias Gendon, 27, nekat menggunakan potongan besi galvalum tajam hingga menyebabkan korban terluka robek serius di kepala dan tangan.
Kejadian ini erlangsung sekitar pukul 01.00 WIB, tepat di samping kiri depan warung Bakso Solo Rindu Malam. Kini kasus telah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh istri korban, Vitri Wulandari, 44.
Kapolsek Wonokromo Kompol Eko Aprianto menjelaskan insiden bermula dari kesalahpahaman lewat pesan WhatsApp. Saat itu tersangka yang sedang nongkrong di kawasan Gorong-gorong Bumiarjo bertanya tentang keberadaan Alex, tetangga satu kost korban Rendy Jovan Sahar, 42. Jawaban korban dinilai menyinggung perasaan tersangka, sehingga tersangka membuat status sindiran ‘Oke kalau sudah posisi punya uang jadi lupa, tinggal lihat ya kalau posisi mu pas tidak punya apa-apa’.
Kemarahan tersangka makin memuncak setelah korban membalas dengan status bertuliskan ‘Helukkk Ngerii Bosss’. Tanpa berpikir panjang, pelaku yang berprofesi sebagai fotografer lepas pulang ke rumahnya di Jalan Bumiarjo, mengambil potongan besi galvalum sisa bangunan sepanjang 45 sentimeter yang ujungnya runcing hasil potongan gerinda, lalu menyelipkannya di sabuk celana.
Sesampainya di lokasi, tersangka langsung menghantamkan besi itu ke arah korban tanpa peringatan.
“Terjadi luka robek di kepala sepanjang 15 sentimeter, serta luka robek 5 sentimeter di tangan kanan dan jari tengah saat korban mencoba menangkis serangan,” jelas Eko saat dikonfirmasi Selasa (14/7).
Melihat korban bersimbah darah, tersangka langsung kabur dan membuang senjata ke dalam gorong-gorong sungai di Jalan Bumiarjo. Polisi hingga kini telah mengamankan barang bukti berupa jaket hoodie hitam bermerek Nike milik tersangka yang terkena darah.
Atas perbuatannya, DK alias Gendon telah ditangkap dan dijerat Pasal 466 KUHPidana tentang Penganiayaan. Ia kini mendekam di sel tahanan Polsek Wonokromo. (*)






