KabarBaik.co, Jember – Dampak musim kemarau mulai dirasakan oleh warga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jember. Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur turun langsung ke lokasi untuk memantau proses distribusi air bersih yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Jember pada Selasa (14/7).
Kehadiran pengurus PMI Jatim yang diwakili oleh Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Edi Purwinarto, bersama anggotanya, Amin Istighfarin, bertujuan untuk memonitor jalannya operasi kemanusiaan ini. Mereka melihat langsung para relawan yang sigap mengisi tangki darurat serta wadah-wadah air milik warga yang telah mengantre.
Sejak krisis air bersih mulai melanda pada awal Juli lalu, PMI Kabupaten Jember telah melakukan pendistribusian air bersih secara berkala.
Total air yang disalurkan adalah 29.975 liter air bersih (terhitung sejak aksi pertama pada 2 Juli 2026). Membantu 66 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 158 jiwa yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan harian.
Di sela-sela peninjauannya, Edi Purwinarto mengungkapkan bahwa fenomena El Nino menjadi pemicu utama mundurnya musim hujan dan memanjang masa kekeringan tahun ini.
“Informasi yang kami terima menunjukkan dampak kemarau ini mulai bergerak pada Juli-Agustus. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober, bahkan ada potensi berlanjut hingga awal tahun 2027,” papar Edi.
Edi juga menambahkan gambaran peta kekeringan di Jawa Timur saat ini. Dari total 38 kabupaten/kota di Jatim, terdapat 29 daerah yang memiliki potensi kekeringan. Hingga saat ini, baru 11 daerah yang resmi menetapkan status darurat kekeringan, dan baru 6 daerah yang sudah aktif mendistribusikan bantuan air bersih ke masyarakat.
Setelah memantau kondisi di Jember, perwakilan PMI Jawa Timur dijadwalkan akan langsung bertolak untuk meninjau penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Bondowoso.(*)






