KabarBaik.co, Gresik – Seorang warga Gresik Kota Baru (GKB), E Rendra Yunenis, mengeluhkan pelayanan Klinik Satelit Kalimantan (Satkal) di GKB. Rendra tak dirujuk meski ia sudah empat kali berobat ke klinik tersebut.
Rendra merupakan pasien yang menggunakan BPJS saat datang ke Klinik Satkal. Ia berharap dirujuk karena penyakitnya tak kunjung sembuh sejak ia melakukan kunjungan pertama.
“Saya peserta BPJS kelas satu,” ujar Rendra kepada KabarBaik.co, Selasa (14/7).
Selama ini Rendra mengaku tak punya tunggakan iuran karena tak pernah telat membayar iuran BPJS. Rendra pun kesal karena bahkan BPJS kelas satu pun tak bisa membuatnya dirujuk.
“Percuma ikut BPJS mahal-mahal kalau tidak bisa dapat rujukan ke rumah sakit. Buat apa kita membayar BPJS kalau penyakitnya tidak di-cover,” kata Rendra.
Sementara itu Humas BPJS Kesehatan Gresik Qury Aini mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri hal itu. “Kami akan cek,” ujar Qury.
Qury menjelaskan bahwa rujukan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tidak bisa dilakukan atas permintaan sendiri, melainkan berdasarkan indikasi medis. Dan pihak FKTP akan melapor ke BPJS Kesehatan untuk seorang pasien bila pasien itu layak atau tidak untuk dirujuk. Setelah BPJS memberi persetujuan, barulah pasien bisa dirujuk.
“Jika tidak gawat darurat, bisa lewat FKTP,” kata Qury.
Mengenai frekuensi hingga empat kali yang dialami Rendra, Qury menyebut bahwa kondisi untuk masing-masing pasien berbeda dan tidak bisa dibandingkan antara satu pasien dengan pasien yang lain.
“Ada 144 penyakit yang bisa ditangani di FKTP. Kami akan cek dulu soal pasien ini,” tandas Qury.
Seorang pasien mengeluhkan pelayanan di Klinik Satelit Kalimantan (Satkal) di GKB Gresik. Keinginannya untuk mendapat rujukan seolah mentah.
Pasien itu adalah E Rendra Yunenis, 55, warga GKB. Rendra mengaku sudah empat kali berkunjung ke Klinik Satkal. Dia ingin mendapatkan rujukan atas penyakitnya low back pain yang tak kunjung sembuh meski sudah dikasih obat oleh dokter Satkal.
“Kunjungan pertama diberi dokter pereda nyeri dan vitamin. Karena masih terus sakit, saya datang lagi ke klinik, masih di bulan Juni,” kata Rendra.
Pada kunjungan ke dua, Rendra mengaku diberi obet radang sendi, pereda nyeri, vitamin, dan kaku otot. Ternyata obat-obat itu juga tak membantu banyak. Obat itu hanya meredakan penyakitnya, bukan menyembuhkannya.
Karena penyakitnya dirasa makin menyiksa, Rendra pun datang kembali untuk ketiga kalinya. Kali ini Rendra meminta kepada dokter untuk dirujuk ke Rumah Sakit Petrokimia Gresik. Meski tak merujuk, namun dokter yang memeriksa memberi harapan kepada Rendra.
“Saya diberi obat pereda nyeri dan vitamin. Dokter itu mengatakan penyakit Rendra akan dievaluasi dan jika nanti tak sembuh, maka Rendra akan dirujuk.
Karena obat yang diberikan hanya pereda nyeri dan vitamin, maka rasa sakit yang dirasakan Rendra kembali kambuh. Rendra pun untuk kali keempat mendatangi Klinik Satkal. Namun dokter yang memeriksanya kali ini berbeda dengan dokter yang memeriksanya pada kunjungan ketiga.
“Dokter ini memberi pereda nyeri dan vitamin. Pas saya minta rujukan, dokter itu bilang kalau dirujuk ke RS Petro, nanti bakal membayar karena tidak di-cover sama BPJS,” cerita Rendra. (*)






