Proyek Jember Food Street Capai 25 Persen, DPRD Ingatkan Soal Kualitas dan Antisipasi Sampah

oleh -77 Dilihat
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember David Handoko Seto. (Foto: Aji)
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember David Handoko Seto. (Foto: Aji)

KabarBaik.co, Jember – Progres pembangunan kawasan Jember Food Street di Jalan Kartini kini telah menyentuh angka 25 persen. Proyek yang diproyeksikan menjadi pusat kuliner sekaligus motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Jember ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Desember 2026.

Perkembangan proyek tersebut mendapat perhatian langsung dari Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, yang turun ke lapangan untuk meninjau lokasi. David menyebutkan bahwa struktur awal kawasan kuliner ini sudah mulai tampak, meskipun pengerjaannya dilakukan secara bertahap.

“Kami sudah melihat langsung di lapangan, pondasi dasarnya mulai kelihatan. Harapan kami, proyek ini bisa selesai tepat waktu sesuai dengan target yang direncanakan,” ujar David, Selasa (14/7).

Sebagai calon ikon baru Jember, David menegaskan agar pemerintah daerah tidak main-main dengan kualitas pembangunan. Ia meminta seluruh proses konstruksi dan pemilihan material bangunan tetap mengacu pada standar teknis yang berlaku.

Menurutnya, pengawasan ketat secara berkala sangat diperlukan guna menghindari penurunan mutu fisik bangunan. Jangan sampai, kawasan yang diharapkan menjadi etalase kota ini justru mengalami kerusakan sebelum sempat diresmikan.

“Semua bagian harus dikerjakan sesuai spesifikasi, jangan asal jadi. Food Street ini bakal menjadi wajah Jember ke depan, jadi mutunya harus benar-benar terjaga,” kata David mengingatkan.

Di sisi lain, politisi NasDem ini optimistis bahwa pusat kuliner ini akan membawa dampak domino yang positif bagi perekonomian daerah. Kehadirannya diprediksi mampu menghidupkan sektor UMKM, meningkatkan daya beli masyarakat setempat, memikat pelancong dari luar daerah, hingga membuka lapangan pekerjaan baru.

Meski begitu, David memberikan catatan kritis agar pemerintah sejak dini menyiapkan strategi pengelolaan dua masalah klasik urban: parkir dan sampah.

Ia menekankan bahwa kantong-kantong parkir yang memadai serta sistem manajemen sampah yang terpadu harus matang sebelum area tersebut dipadati oleh pengunjung.

Langkah antisipasi ini penting agar kenyamanan kawasan tetap terjaga saat resmi dibuka nanti.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.