KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memberangkatkan 30 siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 menuju Sekolah Rakyat di Kota Kediri, Senin (13/7).
Keberangkatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Barra) di Pendopo Graha Maja Tama. Para siswa diberangkatkan menggunakan bus milik Pemkab Mojokerto dengan pengawalan Dinas Perhubungan. Masing-masing siswa juga didampingi seorang wali sebelum menjalani pendidikan berasrama di Kota Kediri.
Gus Barra mengatakan, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah perintis Program Sekolah Rakyat. Namun, karena gedung sekolah permanen masih dalam tahap persiapan pembangunan, para siswa untuk sementara mengikuti proses belajar mengajar di Kota Kediri.
“Anak-anak hanya sementara belajar di Kota Kediri. Setelah Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto selesai dibangun, mereka akan kembali melanjutkan pendidikan di Mojokerto,” ujar Gus Barra dalam keterangannya Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat direncanakan dimulai pada akhir 2026. Pemerintah pusat akan membiayai pembangunan tersebut, sementara Pemkab Mojokerto telah menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.
Menurut Gus Barra, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak. Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk mendukung putra-putrinya mengikuti seluruh proses pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Semua kebutuhan anak-anak telah dipersiapkan pemerintah, mulai tempat tinggal, konsumsi hingga proses pembelajaran. Orang tua tidak perlu khawatir karena mereka akan mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus pembinaan karakter,” katanya.
Ia juga berpesan agar seluruh siswa belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, menaati aturan sekolah, dan terus berusaha meraih cita-cita.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan penetapan peserta didik dilakukan melalui proses seleksi menggunakan Aplikasi Setara milik Kementerian Sosial.
Calon peserta didik berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2. Selanjutnya, Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah desa, dan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran.
“Dari 42 calon peserta didik yang diverifikasi, akhirnya ditetapkan 30 siswa. Bahkan terdapat tiga siswa yang sebelumnya masuk Desil 3, namun setelah dilakukan verifikasi ulang, kondisi keluarganya dinilai sangat layak sehingga datanya diperbarui,” jelas Try.
Ia menambahkan, Pemkab Mojokerto tidak hanya memfasilitasi keberangkatan para siswa, tetapi juga akan terus memantau perkembangan mereka selama menempuh pendidikan di Kota Kediri.
Di sisi lain, Kepala Sekolah Rakyat Menengah 15 Mojokerto, Heri Susanto, memastikan pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh peserta didik.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama. Selain mengikuti kurikulum nasional, para siswa juga mendapatkan pembelajaran agama, bahasa asing, pendidikan karakter, kedisiplinan, hingga berbagai kegiatan pengembangan diri pada malam hari.
“Kami akan terus melakukan kunjungan secara berkala untuk memastikan anak-anak mampu beradaptasi, tetap semangat belajar, dan berkembang dengan baik selama berada di Kota Kediri,” ujar Heri.
Salah seorang wali murid asal Kecamatan Mojoanyar, Retno Rahayu, mengaku bersyukur anaknya terpilih mengikuti Program Sekolah Rakyat.
“Semoga anak kami bisa belajar dengan baik, meraih cita-cita, dan kelak menjadi kebanggaan keluarga serta Kabupaten Mojokerto,” harapnya. (Adv)






