KabarBaik.co, Sidoarjo – Diduga jadi tempat mesum kaum gay, bangunan bekas halte kereta api (KA) di Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, rupanya kerap menjadi titik berkumpul sejumlah pria pada malam hari. Mereka disebut mulai berdatangan sejak waktu Maghrib hingga memenuhi bangunan terbengkalai tersebut.
Ahmad Yuliansyah, 47, penghuni bekas halte, mengatakan orang-orang yang datang ke lokasi mayoritas laki-laki. Mereka tidak datang secara bersamaan, melainkan satu per satu dengan waktu kedatangan berbeda.
“Kebanyakan yang kumpul di sini laki semua. Kumpulan para pria awal datang dari sekitar usai Maghrib, datangnya satu-satu tidak semua berbarengan,” ujarnya, Selasa (14/7).
Jumlah pria yang datang ke bekas halte tersebut terbilang cukup banyak. Berdasarkan pengamatan Yuliansyah selama tinggal di lokasi, mereka bisa berjumlah belasan orang dan seluruhnya merupakan laki-laki.
“Kalau yang datang dan kumpul di sini sekitar 8 sampai 15 orang. Semuanya laki-laki,” ungkapnya.
Mereka yang kerap berkumpul di lokasi diduga merupakan kelompok pria penyuka sesama jenis. Dugaan itu mencuat setelah bekas halte tersebut disebut berulang kali digunakan untuk aktivitas asusila antar pria.
Yuliansyah yang tinggal di lokasi sejak awal Ramadan juga mengaku kerap melihat pria datang dan pergi pada malam hari dan sempat memergoki salah satunya sedang nungging dan berdiri.
Kini, bangunan bekas halte KA Sawotratap telah dipasangi garis polisi setelah viral di media sosial. Aktivitas belasan pria yang disebut datang satu per satu sejak Maghrib itu pun turut menjadi sorotan seiring mencuatnya dugaan perbuatan asusila di bangunan terbengkalai tersebut.(*)






