KabarBaik.co, Jember – Dampak musim kemarau mulai dirasakan nyata oleh warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Merespons laporan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember langsung menerjunkan tim assessment ke lokasi pada Kamis (2/7).
Langkah cepat ini diambil untuk memetakan dampak kekeringan secara akurat sebelum bantuan kemanusiaan disalurkan.
Kepala Markas PMI Jember, Imam Muslim Al Hariri, mengungkapkan bahwa krisis air ini melanda sekitar 80 hingga 100 kepala keluarga (KK). Kondisi di lapangan menunjukkan 10 sumur gali warga telah mengering total, disusul dua sumur bor andalan yang kini berhenti mengalirkan air.
“Warga terpaksa mencari alternatif lain. Ada yang mengambil air dari area TPA tapi baunya menyengat. Sebagian lagi memanfaatkan bekas galian tambang bata yang kondisinya keruh dan berbau. Jelas kurang layak untuk kebutuhan harian,” ungkap Imam.
Akibat kualitas air alternatif yang buruk, warga harus merogoh kocek lebih untuk membeli air galon keliling demi kebutuhan minum dan memasak. Ironisnya, lima unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter yang ada di desa tersebut sudah tidak mendapat pasokan air bersih sejak dua bulan lalu. Warga pun terpaksa berjalan kaki sejauh 200 hingga 500 meter untuk mencari air.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menegaskan bahwa data dari assessment ini akan langsung ditindaklanjuti untuk menentukan jenis bantuan yang paling mendesak.
“Bantuan harus tepat sasaran. Berdasarkan data lapangan, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah pasokan air bersih siap konsumsi. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemkab dan instansi terkait agar krisis air di Sumberpinang bisa segera tertangani,” pungkas Zainollah.(*)






