KabarBaik.co, Surabaya – Di tengah musim libur sekolah yang diwarnai cuaca tak menentu, dengan terik matahari pada siang hari dan hujan lebat mengguyur saat malam, satu per satu jemaah haji akhirnya kembali berkumpul bersama keluarga. Momen kepulangan itu sekaligus menandai berakhirnya operasional Debarkasi Surabaya pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Penutupan operasional berlangsung pada Rabu (1/7) dengan kedatangan Kloter 116 sebagai kelompok terbang terakhir yang mendarat sekitar pukul 15.00 WIB. Selama 31 hari penyelenggaraan, proses pemulangan jemaah berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan Debarkasi Surabaya berhasil memulangkan 43.895 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 43.132 jemaah haji dan 763 petugas haji.
Menurutnya, angka itu hampir memenuhi target awal sebanyak 44.000 jemaah dan petugas. Sebanyak 106 orang belum kembali bersama rombongan karena berbagai alasan, mulai dari wafat di Arab Saudi, masih menjalani perawatan medis, hingga penyesuaian operasional.
“Alhamdulillah, operasional Debarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah selesai dilaksanakan dengan baik. Selama 31 hari pelaksanaan, seluruh proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi seluruh unsur PPIH, kementerian dan lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, petugas kesehatan, maskapai, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah haji,” ujar Anam.
Selama proses pemulangan, sebagian besar penerbangan berjalan sesuai jadwal. PPIH mencatat 91 penerbangan tiba tepat waktu, 13 penerbangan mendarat lebih cepat, sedangkan 11 penerbangan mengalami keterlambatan.
Dalam operasional tersebut juga terjadi sejumlah penyesuaian data jemaah. Tercatat 332 mutasi keluar, meliputi 74 jemaah wafat di Arab Saudi, 44 jemaah masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi, satu pendamping mengikuti proses melalui embarkasi lain, 10 jemaah mengalami penundaan kepulangan, 10 jemaah pulang secara mandiri, 95 jemaah berpindah kloter, 98 kursi kosong, serta 203 kursi operasional (open seat).
Sementara itu, terdapat 129 mutasi masuk, termasuk satu jemaah asal Embarkasi Batam. Penyesuaian tersebut dilakukan agar kebutuhan operasional antar-kloter tetap berjalan optimal.
Meski operasional Debarkasi Surabaya resmi ditutup, masih ada 17 jemaah asal Debarkasi Surabaya yang belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi. Mereka akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
Di balik kelancaran penyelenggaraan, duka juga menyelimuti proses pemulangan tahun ini. PPIH mencatat enam jemaah meninggal dunia. Satu jemaah, Hery Widianto asal Kota Malang, wafat di dalam pesawat saat perjalanan menuju Indonesia. Sementara lima jemaah lainnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan, yakni Wayan Rohani Suwasti asal Kota Malang, Kasijatin Tiba asal Kota Pasuruan, Darsiman Samsuri asal Kabupaten Tuban, Marsinah Marjan asal Kabupaten Bojonegoro, dan Sri Oetarti asal Kota Surabaya.
PPIH memastikan seluruh proses penanganan jenazah beserta pemenuhan hak-hak para jemaah telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Menutup penyelenggaraan haji tahun ini, Anam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petugas PPIH, pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, maskapai penerbangan, relawan, hingga masyarakat yang turut mendukung kelancaran pelayanan.
Ia menegaskan, keberhasilan operasional Debarkasi Surabaya merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Evaluasi menyeluruh juga akan terus dilakukan agar penyelenggaraan ibadah haji pada tahun mendatang semakin profesional, cepat, humanis, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia. (*)






