KabarBaik.co, Surabaya – Proses pemulangan jamaah haji melalui Debarkasi Surabaya terus berlangsung. Hingga hari ketiga operasional debarkasi, sebanyak 3.791 jamaah dan petugas haji telah kembali ke Indonesia melalui 10 kelompok terbang (kloter).
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya di hari Rabu (3/6) mencatat jumlah tersebut setara sekitar 9 persen dari total jamaah dan petugas yang akan dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya tahun ini.
Secara keseluruhan, Debarkasi Surabaya dijadwalkan melayani kepulangan 44.000 orang yang tergabung dalam 116 kloter. Jumlah itu terdiri atas 43.237 jamaah, 160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas kloter.
Hingga kedatangan Kloter 10, jumlah jamaah yang telah tiba mencapai 3.723 orang. Rinciannya, 1.817 jamaah laki-laki dan 1.906 jamaah perempuan. Selain itu, telah tiba pula 18 PHD, 10 PIH KBIHU, dan 40 petugas kloter.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan proses pemulangan jamaah sejauh ini berjalan tertib dan lancar berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji hingga Kloter 10 berjalan tertib dan lancar. Seluruh layanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya terus dioptimalkan untuk memastikan jamaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar sejak tiba di Tanah Air hingga kembali ke daerah masing-masing,” kata Anam.
Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, tujuh kloter tercatat tiba sesuai jadwal. Sementara tiga kloter mengalami keterlambatan. Meski demikian, PPIH terus berkoordinasi dengan maskapai, otoritas bandara, dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran proses pemulangan jamaah.
Selama operasional debarkasi hingga Kloter 10, tercatat sembilan mutasi keluar. Rinciannya, lima jamaah wafat di Arab Saudi, dua jamaah masih sakit di Arab Saudi, serta dua kursi kosong. Adapun jumlah kursi kosong atau open seat pada fase pemulangan saat ini tercatat sebanyak sembilan kursi.
PPIH juga mencatat masih ada dua jamaah yang belum dapat kembali ke Indonesia bersama rombongannya karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Keduanya yakni Abdul Djala, 67, jamaah asal Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Kloter 1 dan masih dirawat di Rumah Sakit Al-Noor akibat diabetes. Sementara Mohammad Dzikri Muiz, 65, juga berasal dari Kabupaten Probolinggo dan tergabung dalam Kloter 4, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jeddah karena penyakit kanker.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi intensif dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Kami berharap seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera pulih dan dapat dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, jamaah termuda Debarkasi Surabaya tahun ini tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi, 13, asal Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 86. Sedangkan jamaah tertua adalah Marsiyah Salim, 104, asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 112.
PPIH Debarkasi Surabaya memastikan pelayanan pemulangan jamaah akan terus dioptimalkan hingga seluruh kloter tiba di Tanah Air. Pelayanan tersebut mencakup penerimaan kedatangan di bandara, layanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya, hingga proses kepulangan jamaah menuju daerah asal masing-masing. (*)






