KabarBaik.co, Jember – Memasuki musim kemarau tahun 2026, krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.
Sebanyak 125 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut kini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jember bergerak cepat mendistribusikan bantuan air bersih pada, Jumat (3/7).
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menyampaikan bahwa droping air bersih ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan, serta adanya surat permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Sumberpinang.
“Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) pada Rabu kemarin, sebagian besar sumur milik warga di Dusun Bunder mengalami penurunan volume air yang drastis. Bahkan, sebagian sumur lainnya mengeluarkan air yang keruh dan bercampur lumpur sehingga tidak layak konsumsi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebenarnya terdapat sumber air terdekat berupa sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman. Namun, fasilitas tersebut belum bisa difungsikan lantaran terkendala belum adanya meteran listrik dan jaringan pipa penunjang.
Ratusan warga terdampak tersebar di dua lingkungan, yakni di RT 02 RW 13 sebanyak 45 KK dan RT 03 RW 13 sebanyak 80 KK.
Dalam aksi kemanusiaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut, tim gabungan berhasil menyalurkan total 9.000 liter air bersih. Dari jumlah tersebut, armada BPBD menyuplai 5.000 liter, sementara PMI Jember menyalurkan 4.000 liter.
Selain menyuplai air, BPBD Jember juga mendistribusikan bantuan logistik berupa 20 buah jerigen berkapasitas 20 liter, serta menempatkan 3 unit tandon air darurat berkapasitas 1.200 liter di titik-titik strategis permukiman warga.
“Proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala berkat sinergi antara BPBD, PMI, perangkat RT/RW, dan warga setempat. Untuk rencana tindak lanjut, kami merekomendasikan distribusi air bersih ini dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali, dengan memanfaatkan 4 unit tandon berkapasitas 1.200 liter yang ada di lokasi,” pungkasnya.(*)






