Gubernur Luncurkan Lima Program Strategis untuk Perkuat Mutu Pendidikan dan Ketahanan Pangan di NTB

oleh -56 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 15 at 17.08.57 1
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyerahkan buku dan alat tulis untuk pelajar di SMKN 5 Mataram. (Foto: Arief Rahman)

KabarBaik.co, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meluncurkan lima program strategis di bidang pendidikan yang dipadukan dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peluncuran program berlangsung di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB beserta jajaran, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, perwakilan Bank Indonesia, BPR NTB, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-NTB yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.

Lima program yang diluncurkan meliputi Golden Ticket, SMK Mendunia, Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI), bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, serta relaksasi pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan di NTB adalah belum meratanya kualitas SMA dan SMK. Menurutnya, pemerataan mutu menjadi syarat utama agar seluruh sekolah memiliki kualitas yang setara.

“Kalau kualitas seluruh SMA dan SMK kita sama baiknya, masyarakat tidak lagi sibuk mencari sekolah favorit. Karena itu yang harus kita benahi terlebih dahulu adalah kualitas sekolahnya,” ujar pejabat yang akrab disapa Miq Iqbal itu.

Untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, lanjut Miq Iqbal, Pemprov NTB meluncurkan program Golden Ticket, yaitu mekanisme seleksi terbuka bagi kepala sekolah yang memiliki kompetensi kepemimpinan dan manajerial untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu.

Pada tahap awal, tujuh kepala sekolah terpilih akan menjalankan penugasan khusus. Mereka akan memperoleh insentif tambahan, didampingi dua guru melalui skema Silver Ticket, serta diberikan waktu satu bulan menyusun proyek perubahan yang didukung anggaran pemerintah.

Di bidang pendidikan vokasi, Pemprov NTB juga memperkenalkan program SMK Mendunia yang bertujuan memperkuat keterkaitan antara sekolah dengan dunia usaha dan industri. Pengembangan SMK akan disesuaikan dengan potensi wilayah, termasuk sektor pertambangan, alat berat, mekanik, dan konstruksi di kawasan Hu’u dan Lunyuk.

Selain peningkatan kompetensi kejuruan, pemerintah juga akan memperkuat kemampuan bahasa Inggris siswa agar lulusan SMK mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “SMK harus menjadi tempat lahirnya tenaga kerja yang profesional, adaptif, dan siap bersaing, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan industri di NTB, tetapi juga di tingkat nasional dan global,” katanya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, Gubernur menyerahkan Surat Keputusan relaksasi penggunaan Dana BOS. Kebijakan tersebut memungkinkan sekolah memberikan tambahan penghasilan kepada guru dan tenaga kependidikan berstatus PPPK Paruh Waktu.

Mulai September 2026, mereka akan menerima tambahan penghasilan minimal Rp500 ribu setiap bulan di luar hak yang telah diterima sebelumnya. Kebijakan ini telah mendapat persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pada kesempatan yang sama, gubernur juga meluncurkan Gerakan Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI). Melalui program ini, setiap siswa baru SMA, SMK, dan SLB diwajibkan menanam satu pohon cabai sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus pengendalian inflasi daerah.

Dengan sekitar 41 ribu peserta didik baru tahun ini, program tersebut diproyeksikan menghasilkan lebih dari 20 ton cabai yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan pangan sekaligus sarana pembelajaran karakter bagi para siswa.

“Ini bukan sekadar menanam cabai. Anak-anak belajar menyemai, merawat, memanen, hingga memasarkan hasilnya. Mereka belajar bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, sekaligus membangun keterampilan hidup yang kelak akan berguna bagi masa depan mereka,” tutur Miq Iqbal.

Gubernur juga menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dengan mengupayakan penyediaan kendaraan antar-jemput bagi setiap Sekolah Luar Biasa (SLB) agar anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, gubernur turut memberikan apresiasi kepada siswa disabilitas dengan membeli lukisan karya Fatih, siswa SLBN 2 Mataram, yang dipamerkan pada acara peluncuran. “Negara harus memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. No one left behind,” tegasnya.

Melalui lima program strategis tersebut, lanjut Miq Iqbal, Pemprov NTB menargetkan terwujudnya pemerataan mutu pendidikan, peningkatan kualitas lulusan yang siap memasuki dunia kerja, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta lahirnya generasi NTB yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.