Bakorwil III Malang Siapkan Road to Malang Raya Megapolitan 2045, Jatim Selatan Diproyeksi Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

oleh -67 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 15 at 2.25.31 PM
Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Bakorwil III Malang mulai menyusun langkah percepatan pembangunan kawasan selatan Jawa Timur melalui program Road to Malang Raya Megapolitan 2026-2045. Program ini diproyeksikan menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Konsep tersebut dibahas dalam forum Orkestrasi Strategic Planning Percepatan Pembangunan Selatan Jawa Timur dan Megapolitan Malang Raya yang digelar di Ruang Arjuno Bakorwil III Malang, Rabu (15/7).

Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar mengatakan pengembangan Malang Raya Megapolitan bukan sekadar memperluas kawasan perkotaan, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung dengan mengoptimalkan potensi wilayah selatan Jawa Timur.

Menurut Asep, program itu telah selaras dengan Asta Cita Presiden RI, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, serta Nawa Bakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap hingga 2045.

“Malang Raya yang terkoneksi dengan Jalan Lintas Selatan memiliki peluang besar menjadi kawasan megapolitan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional maupun provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan wilayah selatan Jawa Timur memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari komoditas tebu, kopi, cokelat, hasil pertanian, hingga sektor perikanan. Potensi tersebut didukung bentang wisata pantai di sepanjang Jalur Lintas Selatan yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi unggulan masing-masing. Karena itu pembangunan kawasan selatan harus berbasis potensi lokal agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, konsep Malang Raya Megapolitan juga diarahkan untuk mengembangkan sektor sport tourism, ekonomi kreatif, UMKM, budaya, serta penerapan konsep Blue Economy dan Green Economy.

Asep menilai sektor sport tourism berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah karena mampu menggerakkan berbagai usaha pendukung seperti hotel, homestay, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Bakorwil III Malang juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi sekaligus membangun optimisme masyarakat terhadap pembangunan kawasan selatan Jawa Timur.

“Media memiliki peran penting dalam mengenalkan potensi wilayah sekaligus membangun narasi positif agar percepatan pembangunan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tutur Asep.

Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menilai pengembangan kawasan pariwisata terpadu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Malang Raya sebagai destinasi wisata.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari bertambahnya lama tinggal wisatawan, besarnya pengeluaran wisatawan, meningkatnya okupansi hotel, pertumbuhan usaha restoran, hingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Pengembangan kawasan wisata terpadu harus didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media,” ujarnya.

Ia optimistis sinergi tersebut akan memperkuat posisi Malang Raya sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui forum strategis tersebut, Bakorwil III Malang berharap lahir rekomendasi konkret sebagai dasar penyusunan kebijakan percepatan pembangunan kawasan selatan Jawa Timur. Integrasi pembangunan antardaerah melalui konsep Road to Malang Raya Megapolitan 2026-2045 diharapkan mampu menarik investasi, meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi sektor perhotelan, restoran, UMKM, transportasi, dan masyarakat di Malang Raya maupun wilayah selatan Jawa Timur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.