KabarBaik.co, Malang – Rapat Koordinasi Tim Penggerak (TP) PKK, Dharma Wanita Persatuan, Gerakan Organisasi Wanita (GOW), dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Bakorwil III Malang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (24/6).
Kegiatan ini menjadi forum penguatan sinergi organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi berbasis produk lokal.
Koordinator TP PKK Bakorwil III Malang Prof. Dr. Asihing Kustanti Asep Kusdinar menegaskan bahwa TP PKK merupakan organisasi perempuan dengan jaringan hingga tingkat RT dan RW sehingga memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga dalam pengasuhan anak, penyediaan pangan sehat, pendidikan etika dan norma, hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bakorwil III Malang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan sembilan ketua TP PKK kabupaten/kota di wilayahnya sebagai langkah menyatukan dan mengembangkan produk-produk UMKM lokal yang tidak bergantung pada produk impor.
“Seluruh produk lokal dari sembilan daerah akan ditampilkan di Bakorwil Malang sebagai pusat promosi. Kami telah ditunjuk melalui surat keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai koordinator TP PKK Bakorwil III yang membawahi sembilan kabupaten dan kota,” ujarnya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (24/6).
Ia menambahkan dukungan para wali kota dan bupati menjadi kunci agar gerakan PKK dapat terus berjalan secara masif hingga tingkat RT dan RW sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar mengatakan rapat koordinasi tersebut mempertemukan berbagai organisasi perempuan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
Menurutnya, keberadaan TP PKK, Dharma Wanita, GOW, dan PERWOSI menjadi kekuatan penting untuk mengakselerasi pembangunan, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan selatan Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada perempuan-perempuan hebat ini karena mereka mampu menjadi penggerak pembangunan di daerah masing-masing sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemerintah,” jelasnya.
Asep menjelaskan, setiap organisasi perempuan di sembilan kabupaten/kota telah memiliki program kerja masing-masing. Peran Bakorwil III Malang adalah sebagai koordinator yang menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, serta mempromosikan potensi daerah secara bersama-sama.
Melalui sinergi tersebut, berbagai kekayaan budaya, kreativitas, dan produk unggulan lokal diharapkan dapat terangkat secara bersamaan sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah.
“TP PKK diharapkan menjadi motor penggerak inovasi sekaligus pusat promosi yang mampu memperkenalkan potensi unggulan dari seluruh wilayah di bawah koordinasi Bakorwil III Malang,” pungkasnya. (*)






