KabarBaik.co, Batu – Pemkot Batu mulai memacu persiapan pelaksanaan seluruh program prioritas dalam visi misi mBatu SAE (Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, Ekologis). Sepanjang 2026, perangkat daerah diminta menuntaskan seluruh dokumen perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) agar pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu Aries Setiawan mengatakan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mendapatkan tugas sebagai penanggung jawab program prioritas sesuai bidang masing-masing. Karena itu, tahapan kajian dan perencanaan menjadi fokus utama pada tahun ini.
“Instruksi Bapak Wali Kota jelas, seluruh OPD harus mulai merealisasikan visi-misi mBatu SAE sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Tahun ini difokuskan pada penyelesaian kajian, perencanaan, dan DED sehingga mulai 2027 pembangunan fisik sudah bisa berjalan,” ujar Aries, Rabu (15/7).
Menurutnya, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) berperan sebagai koordinator utama dalam menyusun perencanaan sekaligus mengintegrasikan pelaksanaan program lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai tahapan dan ketentuan yang berlaku.
“Bapelitbangda menjadi tonggak perencanaan. Seluruh program didistribusikan kepada OPD pengampu agar pelaksanaannya berjalan sesuai tahapan dan tidak menyalahi ketentuan yang berlaku,” ungkap dia.
Aries menjelaskan, sejumlah program strategis telah dibagi kepada masing-masing OPD. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman bertanggung jawab menyiapkan pembangunan Sport Center, Dinas Pertanian mengembangkan Smart Integrated Farming, Dinas Pariwisata mengawal Batu Art Preneur, Dinas Lingkungan Hidup menangani industri pengolahan sampah.
Lalu Dinas Pendidikan melanjutkan program 1.000 Sarjana, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan Mall UMKM di kawasan GOR Ganesha, sedangkan Dinas Kesehatan menjalankan layanan Satu Desa/Kelurahan Satu Dokter Siaga.
Ia menambahkan sebagian besar program saat ini masih berada pada tahap penyusunan administrasi dan kajian teknis. Namun demikian, dua program sudah mulai direalisasikan, yakni program 1.000 Sarjana yang telah berjalan sejak awal pemerintahan serta layanan dokter siaga desa dan kelurahan yang kini diterapkan secara bertahap.
Setiap program, lanjut Aries, dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Smart Integrated Farming akan mendampingi petani mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen. Sementara Batu Art Preneur menjadi ruang pengembangan dan promosi bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif lokal, sedangkan Sport Center diproyeksikan sebagai pusat pembinaan atlet sekaligus sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Melalui percepatan tahapan perencanaan tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap seluruh program mBatu SAE dapat direalisasikan secara bertahap dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya Kota Batu yang “Sedoyo Sae” serta mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. (*)






